Gembong Narkoba Paling Dicari, Nemesio Oseguera Cervantes ‘El Mencho’ Tewas dalam Operasi Militer Meksiko. Kronologi penangkapan dan aksi balas dendam anggotanya.
MEKSIKO, TANDABACA.ID – Dunia kriminal internasional dikejutkan dengan kabar tewasnya Nemesio Oseguera Cervantes, yang lebih dikenal dengan julukan “El Mencho”.
Bos kartel paling berkuasa di Meksiko, Jalisco New Generation Cartel (CJNG), dilaporkan tewas dalam sebuah operasi militer skala besar pada Minggu, 22 Februari 2026.
Kronologi Operasi Penangkapan El Mencho
Berdasarkan keterangan dari Kementerian Pertahanan Meksiko, operasi tersebut berlangsung di kota Tapalpa, negara bagian Jalisco.
El Mencho, yang merupakan mantan perwira polisi, terluka parah dalam baku tembak sengit antara pengikutnya dengan pasukan tentara.
Ia dilaporkan mengembuskan napas terakhir saat sedang dievakuasi menggunakan helikopter menuju ibu kota Mexico City.
Operasi ini melibatkan koordinasi intelijen yang erat dengan Amerika Serikat. Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS bahkan telah menetapkan hadiah sebesar $15 juta (sekitar Rp235 miliar) bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi untuk penangkapannya.
Operasi Gabungan dan Tekanan Politik
Anadolu menyebut keberhasilan operasi militer ini disebut tak lepas dari dukungan intelijen Amerika Serikat. Pemerintah AS sebelumnya menawarkan imbalan US$15 juta atau sekitar Rp235 miliar bagi informasi yang mengarah pada penangkapan El Mencho.
Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau menyebut kematian El Mencho sebagai “perkembangan besar bagi Meksiko, AS, Amerika Latin, dan dunia”.”
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum berada di bawah tekanan besar, termasuk dari Presiden AS Donald Trump yang kembali menjabat. Trump sebelumnya mengancam intervensi militer langsung serta kenaikan tarif impor apabila Meksiko gagal membendung arus narkoba, khususnya fentanil. Operasi ini dipandang sebagai sinyal keseriusan pemerintah Meksiko dalam memberantas kartel.
Aksi Balasan Anggota CJNG
Kabar tewasnya El Mencho segera memicu aksi balasan dari anggota CJNG. Sedikitnya 250 titik blokade dengan kendaraan dibakar dilaporkan di berbagai wilayah. Guadalajara berubah menjadi kota lengang seusai warga memilih bertahan di rumah masing-masing.
Pemerintah daerah menutup sekolah, menghentikan transportasi umum, serta membatalkan berbagai agenda publik. Maskapai seperti Air Canada, United Airlines, dan American Airlines membatalkan penerbangan menuju destinasi wisata seperti Puerto Vallarta dan Guadalajara akibat situasi keamanan.
Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan darurat kepada warga negaranya agar segera mencari tempat aman dan tetap berada di kediaman atau hotel hingga situasi dinyatakan kondusif.
Kerusuhan turut berdampak pada dunia olahraga. Empat pertandingan Liga Meksiko ditunda, termasuk laga Queretaro vs Juarez di kategori putra serta Chivas vs America di liga putri. Status Guadalajara sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 pun ikut menjadi sorotan di tengah memburuknya situasi keamanan.***














Response (1)