Bandung, tandabaca.id
Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan akbar sektor teh Asia 2023. Giat diselenggarakan di sebuah hotel di Jalan Asia Afrika Bandung, Rabu 23 Agustus 2023.
Pertemuan sektor teh Asia 2023 ini dihadiri oleh para delegasi Asia Tea Alliance (ATA) dari berbagai negara dan tamu undangan dari perwakilan stakeholder sektor teh di Indonesia.
Asia Tea Alliance (ATA) adalah aliansi organisasi teh dari negara-negara produsen dan konsumen teh utama di Asia.
ATA beranggotakan enam negara penghasil teh dunia, antara lain ; Indonesia, China, India, Bangladesh, Sri Lanka dan Nepal yang berdiri sejak pada tahun 2019.
Anggota ATA yang hadir ke Bandung itu adalah
1. Indonesia Tea Marketing Association (ITMA) perwakilan dari Indonesia yang juga sebagai tuan rumah.
2. Indian Tea Association (ITA), perwakilan sektor teh dari India.
3. China Tea Marketing Association (CTMA), perwakilan dari China.
4. Bangladesh Tea Association (BTA), perwakilan sektor teh dari Bangladesh.
5. Nepal Tea Producers’ Association, perwakilan sektor teh dari Nepal.
6. The Planters’ Association of Ceylon perwakilan sektor teh dari Sri Lanka.
ATA menyelenggarakan pertemuan secara rutin, dan diselenggarakan setiap satu tahun sekali.
ATA menggelar pertemuan rutin dengan harapan bisa menjadi wadah, saling memperkuat hubungan yang menguntungkan, dengan cara berbagi informasi, promosi perdagangan untuk meningkatkan konsumsi teh, meningkatkan pertukaran teknologi dan lain-lain sehingga terjadi kerjasama antar negara yang saling mendukung untuk menciptakan sektor teh yang lebih kompetitif dan berkelanjutan di Asia.
Dan pada tahun 2023, Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah pada pertemuan tahunan Asia Tea Alliance (ATA)
Yang diselenggarakan bersamaan dengan Asia Small Tea Growers Conference 2023.
Acara ini disukseskan dengan kolaborasi antara ; Solidaridad Asia, Business Watch Indonesia (BWI), Indonesian Tea Marketing Association (ITMA), Dewan Teh Indonesia (DTI) dan Paguyuban Tani Lestari.
TEMA PERTEMUAN
Pertemuan tahun ini mengangkat tema “Multistakeholder cooperation for tea sector in Asia”.
Adapun fokus tema ini adalah pemberdayaan kepada petani teh kecil dan menggali potensi bentuk kerjasama yang melibatkan berbagai pihak dalam industri teh di Asia yang didalamnya ada produsen teh, perusahaan pengolahan, pemerintah, lembaga riset, organisasi non-pemerintah, petani teh dan konsumen.
Potensi kolaborasi yang akan dilakukan oleh berbagai pihak dan sesuai dengan tujuan ATA, meliputi, antara lain ;
Untuk mendorong produksi dan perdagangan teh hitam dan teh hijau yang efisien, ekonomis dan berkelanjutan sesuai dengan standar keberlanjutan, hukum nasional dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDGs).
2. Memberikan Rekomendasi Kebijakan
Untuk melindungi kepentingan ekonomi dan bisnis baik dari produsen teh kecil atau besar serta menciptakan kondisi persaingan usaha yang adil.
3. Mendukung Peningkatan Konsumsi Teh
Kerjasama dari berbagai pihak untuk peningkatan konsumsi teh hijau dan teh hitam yang berkelanjutan dengan menyelenggarakan event bersama dan meningkatkan kesadaran konsumen terkait produksi teh.
4. Peningkatan kualitas teh
Aliansi ini menargetkan dapat membantu berbagi pengetahuan dan teknik terbaik dalam budidaya, pemrosesan dan penyimpanan teh, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas teh yang dihasilkan.
5. Inovasi Teknologi
Dalam kerjasama dengan lembaga riset dan teknologi, ATA dapat merangsang pengembangan teknologi baru untuk meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi dampak lingkungan, dan meningkatkan keberlanjutan industri teh.
6. Pengembangan Pasar
Aliansi ini (ATA) bisa membantu dalam promosi teh Asia di pasar global, membantu para produsen (terutama produsen kecil) mengidentifikasi peluang pasar baru dan mengatasi hambatan perdagangan.
7. Pengurangan Dampak Lingkungan
Kerjasama dapat mencakup strategi bersama untuk mengurangi dampak lingkungan dari industri teh, seperti pengelolaan limbah, penggunaan air yang efisien, praktik pertanian berknjutan dan isu karbon pada sektor teh.***
BACA INI JUGA
Destinasi Wisata Alam Geopark Stone Garden Citatah Bandung, Dulunya Dasar Laut














Responses (2)