Jakarta, tandabaca.id – AA LaNyalla Mahmud Mattalitti resmi mendaftar sebagai bakal calon Ketum PSSI, Jum’at (13/1/2023) di Jakarta.
Usai melakukan pendaftaran, LaNyalla mengungkapkan beberapa hal terkait pencalonan dirinya sebagai bakal calon Ketum PSSI.
LaNyalla yang juga sebagai ketua DPD RI ini datang mendaftar sebagai bakal ketum PSSI dengan membawa semua persyaratan lengkap.
“ Saya masih ingat perjuangan PSSI tahun 2012-2015 yang dimulai dari PSSI asli tapi anggotanya palsu. Kemudian saya membuat KPSI yang organisasinya palsu, tapi anggotanya asli. Setelah pertemuan beberapa kali, keduanya tetap berjalan. Dan Alhamdulillah akhirnya digelar Kongres Luar Biasa dan terjadi penggabungan IPL dan ISL. Saat itu Johar Arifin sebagai Ketua Umum, saya Wakil Ketua Umum-nya membidangi Badan Timnas.,” ujarnya kepada awak media.
Mantan ketua umum PSSI ini menyebutkan pada tahun 2015 terjadi Kongres Luar Biasa dimana terdapat 107 voters, ia mendapat 94 voters. Sisanya sebanyak 13 voters ke calon-calon lainnya.
Ia mengaku saat menjadi Ketua Umum, PSSI kemudian malah dibekukan Menpora saat itu Imam Nachrawi.
“ Kami terus berjuang. Menang di PTUN dan tingkat banding hingga kasasi. Tapi kemudian ada kejadian luar biasa, saya dikriminalisasi. Saya dituduh kasus korupsi dana hibah Kadin Jatim, meski akhirnya tak terbukti dan saya bebas murni. Saya kemudian jadi Ketua DPD RI,” katanya.
“ Dari sinilah, saya merasa masih punya utang kepada para voters yang meminta saya menjadi Ketua Umum. Sekarang saya terpanggil. Sudah saatnya saya membayar utang saya kepada para voters sebagai pemberi amanah. Yang pasti, tugas saya belum selesai, dan pada saatnya saya ungkapkan rencana saya”, tambahnya.
Ketika ditanya peluangnya untuk menjadi Ketua Umum PSSI, LaNyalla mengaku optimis bisa mendulang suara voter.
“ Saya mendaftar dengan dua dukungan dari voters. Tapi ingat, itu dukungan. Dukungan itu bukan berarti bahwa seseorang sudah mengantongi suara dan terpilih. Yang disebut voters sudah mendukung salah satu calon, itu mereka banyak yang sesungguhnya mendukung saya. Kita buktikan nanti di bilik suara”, ungkapnya.
Sejumlah nama belakangan ini muncul sebagai bakal calon Ketua Umum PSSI diantaranya Meneg BUMN Erick Thohir dan CEO Madura United Achsanul Qosasi.
“ Soal keyakinan saya yakin. Saya pasrahkan dan saya serahkan kepada Allah. Saya berdoa kepada Allah. Mudah-mudahan saya tidak ditunjuk sebagai Ketua Umum PSSI jika saya tidak amanah. Tetapi jika saya amanah, mudah-mudahan Allah menggerakkan hati saudara-saudara voters untuk memilih saya. Kita kembalikan kepada Allah. Karena saya yakin, yang bisa menjadikan seseorang pimpinan di sepakbola (Ketua Umum PSSI) hanya Allah SWT “, tambahnya.
Saat disinggung persaingannya dengan
bakal calon ketum lainnya, LaNyalla menyebutkan semuanya akan ditentukan Tuhan Yang Maha Kuasa.
“ Saya sudah dengar, saudara Juni Rahman mengatakan kepada saya percuma saya maju tidak akan menang karena semua sudah diarahkan ke Erick Thohir. Saya bilang silakan saja, tapi semua belum terjadi. Jadi tetap kita jalan. Erik thohir bagus, dan kandidat ketua umum lainnya semua bagus. Tapi yang menentukan jadi atau tidak (Ketua Umum PSSI) bukan manusia, melainkan Allah. Manusia hanya ikhtiar”, kata pria asal Makassar yang besar di Surabaya ini.
Menjawab pertanyaan tentang harapan masyarakat agar sepakbola Indonesia bersih dari oknum mafia bola, LaNyalla menyamggupinya.
“ Mafia bola. Saya maju sengaja mau hancurkan mafia bola. Mafia bola tak berani saat jaman saya ketua umum. Saya yakin para voter mau menghancurkan mafia bola terutama di lingkaran internal PSSI”, ungkapnya.(as)














Responses (2)