TANDABACA.ID – Kematian Nemesio Oseguera Cervantes, yang lebih dikenal dengan julukan “El Mencho”. Memicu, berbagai gelombang kekerasan balasan di beberapa wilayah, Meksiko membara.
Anggota kartel Jalisco New Generation Cartel (CJNG), yang tidak lain anak buah El Mencho, dilaporkan melakukan aksi anarkis sebagai bentuk protes dan unjuk kekuatan.
CJNG ngamuk, melakukan pembakaran bus dan kendaraan milik warga di jalan-jalan raya utama.
Selain itu, anak buah El Mencho juga memblokade akses jalan di negara bagian Jalisco, Michoacán, dan Guanajuato.
Kerusuhan juga terjadi di bandara ibu kota negara bagian Jalisco, di mana para pelancong terlihat berlarian menyelamatkan diri.
Piala Dunia 2026 Terancam
Kondisi ini memicu kekhawatiran internasional, terutama karena Meksiko dijadwalkan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 pada bulan Juni mendatang.
Beberapa pertandingan rencananya akan digelar di Jalisco, wilayah yang kini menjadi pusat konflik.
CJNG Pemasok Fentanyl
El Mencho, dikenal sebagai otak dibalik kartal CJNG, salah satu pemasok utama fentanyl ke Amerika Serikat.
Fentanyl adalah obat opioid sintetis yang sangat kuat, sekitar 100 kali lebih poten daripada morfin.
Fentanyl, digunakan secara medis untuk meredakan nyeri kronis hebat atau sebagai anestesi (bius).
Karena kekuatannya, obat ini hanya tersedia dengan resep ketat, tetapi juga marak diproduksi secara ilegal, menyebabkan krisis overdosis.
Aksi Blokade Dipimpin El Tuli
Kementerian Pertahanan seperti dikutip dari Reuter menyebut sosok “El Tuli”, tangan kanan sekaligus operator keuangan utama kartel, sebagai dalang aksi blokade jalan, pembakaran, dan serangan ke instalasi pemerintah di Jalisco.
“El Tuli” disebut menawarkan imbalan 20.000 peso (sekitar US$ 1.100) bagi siapa pun yang membunuh personel militer.
Aparat akhirnya melacaknya di El Grullo, sekitar 180 km dari Guadalajara. Ia tewas setelah mencoba kabur dan menyerang petugas yang hendak menangkapnya.
Warga dan Turis Diminta Tetap di Rumah
Sejumlah maskapai membatalkan penerbangan ke Puerto Vallarta, destinasi wisata populer di pesisir Pasifik. Wisatawan merekam kepulan asap tebal akibat aksi pembakaran.
Warga dan turis diminta tetap berada di dalam rumah, sementara sopir truk diminta memilih rute aman. Sekolah dan universitas di Jalisco serta beberapa negara bagian lain menghentikan kegiatan belajar.
Menurut otoritas, sedikitnya 30 anggota geng, 25 personel Garda Nasional, dan satu warga sipil tewas dalam gelombang kekerasan pasca-penyerbuan. Sekitar 70 orang ditangkap di tujuh negara bagian, dan 85 titik blokade jalan terkait kartel tercatat pada Minggu.***













