Bandung, tandabaca.id
Pj Wali Kota Bandung Bambang Tirtoyuliono berharap organisasi kemasyarakatan atau ormas bisa menjadi ujung tombak sikap toleransi dan solidaritas.
Harapan Bambang Tirtoyuliono itu disampaikan oleh Aspem Kesra Kota Bandung Asep Saepul Gufron saat menghadiri sebuah acara yang diinisiasi Kesbangpol Kota Bandung, Senin 13 November 2023.
Acaranya yang berlangsung di sebuah hotel di kawasan Jalan Pelajar Pejuang itu dihadiri 84 ormas. Tema acaranya adalah silaturahmi organisasi kemasyarakatan kota Bandung.
“Ormas bisa menjadi ujung tombak sikap toleransi dan solidaritas,” katanya.
Dasarnya, lewat ormas juga akan lahir pemimpin masa depan di negeri ini. Meski, masih banyak ormas yang belum mendaftarkan keberadaannya di Pemkot Bandung.
Mengingat sebentar lagi pesta demokrasi dimulai, Asep meminta Ormas bisa mengawal dan memonitor pesta demokrasi lewat pemilu 2024.
“Agar masyarakat kota Bandung memiliki persepsi yang sama dalam perbedaan pemahaman politik untuk disikapi secara damai,” terangnya.
Kaban Kesbangpol Kota Bandung H Bambang Sukardi menyampaikan pesan agar Ormas bisa mendapatkan pencerahan dan pembekalan yang diberikan nara sumber sebagai referensi peran di lingkungannya.
Nara sumber acara, Kasat Binmas Polrestabes Bandung AKBP Sutorih menyampaikan pengalamannya dalam kariernya untuk memberikan sikap yang baik dengan dedikasi terbaik terhadap masyarakat.
Dandim 0618 BS, Letkol Inf Donny Ismuali Bainuri berharap tugasnya di Kota Bandung bisa memperkuat kolaborasi untuk tetap berperan dan berpartisipasi di masyarakat Bandung.
“Untuk menciptakan kondisi kondusif, damai dan tetap berpegang pada harmonisasi perbedaan agar lebih damai,” katanya.
ANTARA DEDIKASI LOYALITAS DAN INTEGRITAS
Pemerhati Sosial Masyarakat Dede Farhan Aulawi mengajak Ormas yang ada di kota Bandung untuk bisa membedakan tentang dedikasi, loyalitas dan integritas Organisasi Masyarakat yang memiliki potensi penting di masyarakat dan pemerintah kota Bandung.
Selain itu, Dede Farhan juga menganjurkan kepada Ormas untuk tidak terlalu menggantungkan kepada anggaran Ormas yang dikelola Pemkot Bandung. Minimal ada karya yang lebih produktif.
“Karena, Ormas harus membentuk masyarakat yang memiliki sikap potensi diri yang berkwalitas menghadapi berbagai kemajuan di masa datang,” pungkasnya.***













