Patokan Seleksi Calon Sekda DKI, Kemampuan Mengelola Managemen Konflik

Patokan Seleksi Calon Sekda
Pengamat Perkotaan, Yayat Supriyatna (Foto Internet)

Jakarta, tandabaca.id
Patokan Seleksi Calon Sekda DKI Jakarta jangan hanya pada nilai hasil tes akademis, lihat juga kemampuan mengelola managemen konflik, dan lain-lain.

Pengamat Perkotaan, Yayat Supriyatna mengatakan hal tersebut di atas dalam wawancaranya dengan tandabaca.id, Rabu 11 Januari 2023, malam.

Kang Yayat, panggilan akrab untuk Yayat Supriyatna mengatakan calon Sekda DKI Jakarta sebaiknya pejabat senior atau berpengaruh terhadap BirokrasI.

“Karena sangat dibutuhkan orang yang mampu menata organisasi secara optimal, efisien dan sinergi. Kapasitasnya sebagai dirigen kekompakan kinerja program menjadi hal yang sangat penting,” ungkapnya.

Untuk itu, Kang Yayat menambahkan, boleh dibilang Sekda DKI Jakarta itu harus seperti tokoh yang mampu mengayomi semua pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Selain itu juga kemampuan mengelola managemen konflik, mampu berkomunikasi dengan internal dan eksternal Pemprov DKI Jakarta.

“Harus juga menjadi juru bicara setiap masalah strategis di DKI (jika pihak Gubernur) tidak memberikan konfirmasi atau tanggapan atas masalah yang dihadapi dalam program pembangunan di Jakarta,” pungkasnya.

Tiga Pelamar Dinyatakan Gagal

Sebagimana diketahui, sebanyak 10 pelamar posisi Sekda DKI Jakarta mengikuti tes kompetensi bidang. Hasilnya, 7 lolos tahapannya, 3 pelamar dinyatakan gagal.

Hal itu disampaikan melalui dokumen Pengumuman Nomor 2 Tahun 2023 tentang Hasil Tes Kompetensi Bidang (Penulisan Makalah) seleksi terbuka Jabatan pimpinan Tinggi Madya Sekda DKI Jakarta.

Sebagaimana diketahui, dokumen itu ditandatangani oleh Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro selaku Ketua Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya pada 9 Januari 2023

Tujuh pejabat yang lolos di antaranya mantan Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara, Kepala BPKD DKI Jakarta Michael Rolandi Cesnanta Brata, dan Kepala Dinas PMPTSP DKI Jakarta Benni Aguscandra.

Kemudian Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji, Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Bali Joko Agus Setyono, dan Inspektur DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat.

Sedangkan 3 pejabat yang tidak lolos tahap kedua adalah Asisten Pemerintahan Setda DKI Jakarta Sigit Wijatmoko, Bupati Kepulauan Seribu Junaedi, dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta Wahyu Haryadi.

Selanjutnya, ketujuh pelamar akan mengikuti seleksi tahap selanjutnya, yaitu tes manajerial (asesmen), yang diselenggarakan oleh Pusat Penilaian Kompetensi ASN Badan Kepegawaian Negara (Puspenkom ASN BKN) pada 16-19 Januari 2023. (Is)

BACA INI JUGA

Hasil Tes Calon Sekda DKI Jakarta Bocor ke Publik, Yang Nilai Rapor Paling Bagus Ini

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *