Mahasiswa ITB Protes Opsi Bayar UKT Lewat Pinjol, Kampus Beralasan Begini

Bayar UKT Lewat Pinjol
Mahasiswa ITB demo protes opsi bayar UKT (uang kuliah tunggal) dengan skema Pinjol (pinjaman online).Pihak Rekrotar beralasan, memberi lebih banyak opsi bagi mahasiswa dalam membayar UKT. (Foto Istimewa)

Bandung, tandabaca.id
Mahasiswa ITB protes opsi bayar UKT lewat Pinjol (pinjaman online).Pihak Rekrotar beralasan, memberi lebih banyak opsi bagi mahasiswa dalam membayar Uang Kuliah Tunggal.

Protes opsi bayar UKT lewat Pinjol, dilakukan mahasiswa ITB dengan gelar demo, aksi dimulai dengan melakukan long march dari kampus ITB di Jalan Ganesa menuju gedung rektorat.

Di depan gedung rektorat, mahasiswa ITB membentangkan spanduk dengan tulisan-tulisan seperti ‘Institut tapi berpinjol’, ‘pendidikan harus membebaskan bukannya menjajah finansial’, ‘Danacita hapus cita-cita’, ‘putra/putri terikat pinjol’, dan lain sebagainya.

Selain memprotes kerjasama kampus dengan perusahaan pinjol, kedatangan para mahasiswa juga bertujuan untuk menuntut penjelasan langsung dari Rektor ITB, Reini Wirahadikusumah.

Dalam aksinya, para mahasiswa mendesak untuk bertemu dengan rektor atau perwakilan rektorat. “Mana mana rektornya, mana rektornya sekarang juga,” teriak orator.

Aksi ini merupakan bagian dari ekspresi mahasiswa ITB untuk menyuarakan keprihatinan mereka terhadap kebijakan kampus yang dirasa memberatkan dan kurang transparan.

Dalam rilis yang diterima awak media, terdapat empat poin tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa dalam aksi itu. Berikut ini tuntutannya:

Memaksimalkan sumber (beasiswa) dan skema (keringanan dan cicilan UKT) penyelenggaraan dana lainnya yang tidak memberatkan mahasiswa;
Menyelenggarakan kebijakan yang transparan dan berkeadilan;
Menghapus opsi penyelenggaraan dana berupa pinjaman online berbunga;
Menjamin seluruh mahasiswa ITB untuk dapat mengisi FRS dan mendownload KSM.

Kampus Beralasan Begini

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB Naomi Haswanto mengatakan pihak kampus telah menerima perwakilan mahasiswa yang menggelar demonstrasi di depan Gedung Rektorat ITB pada Senin (29/1). Dia mengatakan pihak kampus memberi penjelasan soal kebijakan beasiswa dan bantuan lain bagi mahasiswa.

“Pimpinan ITB menerima mahasiswa dan menjelaskan kebijakan ITB mengenai UKT, bantuan beasiswa dan bantuan lain, menjelaskan bahwa ITB harus memberikan opsi-opsi seluas-luasnya dalam tatacara pembayaran UKT,” ucap Naomi.

“Dan akan memproses FRS (Formulir Rencana Studi) dalam jadwal waktu yang disusun oleh Direktorat Pendidikan. Pimpinan ITB menghimbau mahasiswa untuk selalu berprasangka baik kepada ITB, karena pasti ITB tidak akan merugikan mahasiswanya,” lanjutnya menjelaskan.

Naomi mengatakan pembayaran UKT dengan cara dicicil via Dana Cita yang merupakan platform pinjaman online dengan bunga tinggi hanya salah satu opsi. Dia mengatakan ada opsi pinjaman melalui bank yang bisa dimanfaatkan untuk mencicil pembayaran UKT dengan bunga 0 persen.***

Baca Ini Juga
Launching ITB Press Store, Reini Dorong Generasi Z Menjadi Anak Muda Cool

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *