DPRD Jabar Menyoroti Kelangkaan dan Lonjakan Harga Beras

Bandung, tandabaca.id
DPRD Jabar menyoroti kelangkaan dan lonjakan harga beras di Jawa Barat. Oleh karenanya Komisi II akan mengawal serta melakukan pembahasan bersama stakeholder.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Jabar Lina Ruslinawati mengatakan bahwa kelangkaan dan lonjakan harga beras di pasaran menjadi persoalan yang tidak dapat dianggap sepele.

Sebab, lanjut dia, beras merupakan salah satu kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari.

“Justru yang jadi persoalannya ialah ketika beras ini malah sulit ditemukan dipasaran saat ini. Masyarakat tentu menjadi kesulitan,” kata Lina saat melakukan kunjungan kerja ke UPTD Balai Pengembangan Benih Padi dan Palawija di Cihea, Kabupaten Cianjur, Senin (19/2/2024).

Oleh karena itu, Komisi II akan mengawal serta akan melakukan pembahasan bersama stakeholder terkait untuk mencari jalan keluar permasalahan beras mahal dan langka.

Menurut Lina, harus ada investigasi akar permasalahan yang menjadi penyebab harga beras melambung tinggi.

“Untuk permasalahan harga beras yang melonjak, kita selaku Komisi II akan mengawal serta duduk bersama dengan stakeholder terkait, serta harus dicari dulu akar permasalahannya, apakah kelangkaan pupuk, cuaca extreme, sehingga banyak lahan pesawahan yang terdampak,” tandasnya.

Seperti diketahui, dari pantauan pada Jumat 16 Februari 2024 di Pasar Kosambi, Kota Bandung, harga beras sudah tembus di Rp 18 ribu per kilogramnya. Kenaikan rata-rata Rp 3 ribu di setiap jenis beras.

“Sebelumnya ada El Nino, dan masa panen juga menurut informasi sekitar Maret-April (mendatang),” kata Plt Kadisdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, saat ditemui di lokasi pasar murah yang digelar di Buahbatu Bandung, Senin 19 Februari 2024.

Selain itu, Ronny juga mengatakan, jumlah permintaan yang meningkat membuat harga beras di pasaran ikut naik.

“Supply and demand ya, ketersediaan premium memang betul seperti itu, untuk medium insyaallah dari Bulog juga masuk ke pasar tradisional,” tambahnya.***

BACA INI JUGA
Catat Jadwalnya! Pemkot Bandung Gelar Operasi Pasar Beras Medium SPHP di 30 Kecamatan