Oratmangoen Bilang Teknik Sepakbola Indonesia dan Belanda Beda, Non-Teknik?

Teknik Sepakbola Indonesia
Skuad Timnas Indonesia Ragnar Oratmangoen (Instagram @ragnaroratmangoen)

Bandung, tandabaca.id
Teknik sepakbola di Asia termasuk Indonesia berbeda dengan di Eropa atau Belanda. Walaupun berbeda, soal adaptasi mudah. Non tekniknya yang sulit di adaptasikan.

Skuad Timnas Indonesia Ragner Oratmangoen mengatakan hal tersebut dalam wawancaranya sebagaimana dikutip dari laman berbagi video kanal youtube Sport77 Officil, Rabu 26 Juni 2024.

Pemain berusia 26 tahun kelahiran Oss Belanda menjelaskan perbedaan yang harus dihadapinya ketika bersinggungan dengan sepak bola Asia, termasuk Indonesia, adalah cenderung lebih banyak memainkan umpan-umpan panjang.

Menurut Ragnar Oratmangoen, di Belanda semua orang ingin bermain build-up dari belakang. Mereka tambah pemain umur 26 tahun ini, biasa memainkan operan pendek dari lini belakang ke depan.

Di Belanda, mereka tak suka memainkan umpan-umpan panjang ini,” ucapnya.

Sementara di Asia tidak terkecuali Indonesia, yang paling penting adalah kerja keras. Para pemain, banyak berlari di lapangan selama pertandingan.

“Di sini, semua pemain sangat banyak berlari,” terangnya.

Ragnar mengakui, dirinya memang bukan sosok pelari yang bagus. Semua itu dikarenakan lebih banyak bermain di kultur sepakbola Belanda, yang banyak memainkan bola dari kaki ke kaki.

“Karena itulah, saya tidak banyak berlari dalam pertandingan,” ungkapnya.

Walau berbeda kultur dalam bermain sepakbola, namun bagi Ragnar perbedaan teknis itu tidak membuatnya kesulitann dalam beradaptasi. Skuad kelahiran 21 Januari 1998 itu bilang sudah beradaptasi dengan iklim sepakbola Indonesia.

“Ya, saya bisa menyesuaikan dengan gaya bermain Indonesia,” ucap Ragnar.

“Saya tidak ingat dalam pertandingan yang mana, tapi saat itu kita memainkan sepak bola dengan umpan-umpan jarak jauh dan saya hanya berlari lalu berduel dengan pemain-pemain belakang lawan,” tambahnya.

Non Teknik Juga Berbeda

Selain berbeda dalam hal teknis mengolah si kulit bundar, Indonesia dan Belanda juga memiliki perbedaan non teknis di dunia sepakbola, dan untuk hal itu, Ragnar belum terbiasa.

Perbedaan itu dirasakan Ragnar saat berseragam timnas Indonesia. Terkejut dengan sambutan masyarakat kepada insan sepakbola.

“Saya belum terbiasa. Jauh berbeda dengan Belanda. Di Belanda, tak ada yang peduli apakah kamu seorang pesepak bola atau bukan. Di sini, Anda diperlakukan bak pahlawan,” pungkasnya.***

BACA INI JUGA
Knee Slide Celebration Thom Haye Gagal Rumput SUGBK Jadi Sorotan
Menang 2-0 atas Filipina, Indonesia Lolos Babak Ketiga dan Piala Asia 2027
Indonesia Siap Tampil Habis-habisan Lawan Filipina

Teknik Sepakbola Indonesia

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *