Khas  

Remaja Putri dari Beberapa Provinsi se Indonesia, Dikarantina GLB Tiga Hari, Ada Apa Yah!

Remaja Putri
Remaja putri asal beberapa provinsi di Indonesia, di karantina selama 3 hari, dalam program bertajuk "Pelatihan Akting Film dan Pemilihan Putri Tari Nusantara GLB Tingkat Nasional 2023". (Foto Ariesmen H/tandabaca.id)

Bandung, tandabaca.id –
Remaja putri asal beberapa provinsi di Indonesia, di karantina selama 3 hari, dalam program bertajuk “Pelatihan Akting Film dan Pemilihan Putri Tari Nusantara GLB Tingkat Nasional 2023”.

Giat berlangsung di Villa Bougenville Conggeang, Sumedang, dari tanggal 3 Juli hingga 5 Juli 2023. Diselenggarakan Gentra Lestari Budaya (GLB), yang bekerja sama dengan, Keraton Sumedang Larang.

Acara, dibuka oleh Pangeran dari Keraton Sumedang Larang Rd Luky Djohaeni Soemawilaga, dengan melakukan penyematan selendang.

Selain menjadi tokoh sentral di Keraton Sumedang Larang, Luky juga punya jabatan di GLB, jabatannya dewan pengawas.

Selain Luky, penyematan selendang kepada peserta karantina, juga dilakukan oleh Dewan Penasehat GLB, Rd Endy Setiaji, dan TB Aep Karyasa, juga menjabat sebagai penasehat GLB.

 

IKUTI KEGIATAN HARI INI DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH
Remaja Putri,
Foto
Pangeran dari Keraton Sumedang Larang Rd Luky Djohaeni Soemawilaga (kiri) peserta (tengah) dan Ketua Umum GLB, Ratu Ratna Dewi Kartika (kiri). (aries)

Rd Luky dalam sambutannya mengatakan, adik-adik yang ikut dalam kegiatan ini, tentunya adalah orang-orang terpilih, karena lolos dalam seleksi.

Harapannya, semua mengikuti karantina tiga hari ini dengan sungguh-sungguh. Agar basis akting yang sudah dimiliki bisa semakin berkembang.

“Adik-adik yang ikut dalam kegiatan ini tentunya, adalah adik-adik yang sudah memiliki basis akting. Semoga ini bisa menjadi langkah awal menuju cita-cita,” katanya, Senin 3 Juli 2023.

Cita-cita menurut Rd Luky memang harus digantung setinggi-tingginya. Sekalipun terpeleset, jatuhnya pasti di atas bintang-bintang.

“Semoga kemampuan dan disiplin ilmu yang telah dimiliki. Bisa menjadi modal dalam memetik pengalaman dan menggali ilmu yang seluas-luasnya,” katanya.

Oleh karenanya, adik-adik harus sungguh-sungguh, sebab ke depan, jalan yang akan ditempuh adik-adik sangat terjal dan penuh ombak, jadi harus menyiapkan ilmu,” tambahnya.

“Saya yakin, ilmu yang akan digali adik-adik dalam kegiatan ini, di masa depan nanti, pasti akan sangat bermanfaat,” pungkasnya.

 

YANG MENDAFTAR 35 ORANG

Remaja putri

Ketua Umum GLB, Ratu Ratna Dewi Kartika mengatakan peserta yang mendaftar dalam kegiatan ini adalah 35 orang.

“Setelah mengikuti seleksi administrasi dan wawancara secara online akhirnya terpilih 12 orang, mereka adalah, yang ikut dalam kegiatan karantina kali ini,” jelasnya.

Bunda Ratu, panggilan karib untuk Ratu Ratna Dewi Kartika juga mengatakan,yang akan dipilih dari 12 peserta, nanti hanya 3 orang saja.

“Yang tidak terpilih, jangan berkecil hati. Semua yang ikut disini, adalah yang terbaik. Cocoknya, pasti di kegiatan lain,” ujarnya.

Tiga pemenang, nantinya akan mendapatkan berbagai hadiah menarik dari para sponsor.

Karena, ada diksi akting film, pada tema kegiatan, maka pemenangnya seleksi nantinya seperti mendapatkan golden tiket untuk casting film GLB.

“Selain itu juga bisa menjadi duta budaya di kancah, internasional,” jelasnya.

Soal pemateri dalam kegiatan tiga hari ini, kata Bunda Ratu, banyak jenisnya.

“Hari pertama, selain pembukaan, juga ada tes psikologi, pematerinya psikolog ternama. Selain itu, dia juga berprofesi sebagai Manager dari Band Krakatau. Khususnya, Krakatau Etnik. Dia adalah, Nanita Singawinata,” ujarnya.

 

BENTENG PERTAHANAN

Remaja Putri

Selain itu, juga pembahasan soal busana tradisional nusantara, pembicaranya Nana Handaka. Dan pembahasan soal akting dan sinematografi, pematerinya, Joan Atmagunawa, pekerja film Jakarta.

“Acara hari terakhir akan ditutup pukul 19.00 WIB,” tutupnya.

Dewan Pakar GLB, Pra Budi Dharma yang juga basis Band Krakatau mengatakan giat ini, di inisiasi agar kecintaan generasi muda pada nilai-nilai luhur budayanya bisa terus tumbuh, tidak tergerus arus budaya global.

“Bisa menjadi benteng pertahanan bagi generasi muda, yang tumbuh dan berkembang di tengah arus budaya global,” pungkasnya. ***

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *