Berita  

Bandung Zoo Masih Tutup, Anak Harimau Benggala Mati Katanya Karena Virus

Anak Harimau Benggala Mati di Kebon Binatang Bandung, (Bandung Zoo). (Humas Pemkot Bandung)

BANDUNG, TANDABACA.ID – Seekor anak harimau Benggala bernama Hara, mati di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo). Satu lainnya, masih kritis.

Kematian anak harimau berusia delapan bulan itu, ramai diperbincangkan karena terjadi dalam kondisi kebun binatang ditutup oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

Humas BBKSDA Jawa Barat, Eri Mildranaya, membenarkan kabar tersebut dan menyebut saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan lengkap.

“Betul (mati). Namun hasilnya belum kami dapatkan secara lengkap, besok (hari ini) setelah hasil periksa oleh dokter hewan,” kata Eri.

Eri menambahkan, pihaknya akan melakukan pendalaman lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian satwa tersebut.

“Lengkapnya nanti ketika hasil sudah kami dapatkan,” singkatnya.

BACA INI JUGA : Agoye Mahendra Tolak 6 Proyek Film Demi Sinetron MKI, Totalitas atau Nekat?

Ia menyampaikan bahwa proses nekropsi atau pemeriksaan terhadap bangkai satwa telah dilakukan.

Eri memastikan hasil pemeriksaan secara lengkap akan disampaikan setelah seluruh proses analisis oleh dokter hewan telah selesai dilakukan.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, kematian anak harimau itu dikarenakan terpapar virus Panleukopenia (Panleu) atau Felin dari induknya. Ada dua anak yang terserang virus, satu di antaranya kondisinya masih kritis.

“(Kematian anak harimau) Jadi begini, induknya menjadi carrier virus, ini virus khas keluarga kucing besar. Keduanya sudah terinfeksi sejak lahir. Yang satu tidak terselamatkan, yang satu sedang kami upayakan,” kata Farhan saat ditemui di Kota Bandung, Rabu (25/3/2026).

Pascakematian Hara, kara Farhan, satu anak harimau lainnya yang masih hidup sudah dipisahkan dari induknya, dan masih dalam perawatan. Tim dokter hewan dari BBKSDA pun siaga merawat dan menjaga satwa dilindungi tersebut.

BACA INI JUGA : Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Normal, One Way di Ruas Tol TransJawa Dihentikan

Di sisi lain, Farhan membantah ihwal penyebab kematian satwa dikarenakan tidak terawat sebab penutupan Bandung Zoo.

“Bukan (tidak terawat), karena virus yang dibawa induknya,” tegasnya.

Menurutnya, virus Panleu yang menyerang Hara termasuk jenis penyakit yang paling rentan dialami satwa ras kucing besar. Dia pun menjamin keselamatan satwa lain di Kebun Binatang Bandung pascakematian anak harimau Benggala.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah pusat, provinsi, maupun kota. Kami memastikan hal ini tidak mengganggu kesejahteraan hewan lain,” tuturnya.

Ia mengabarkan, saat ini kondisi satu anak harimau lain yang kritis perlahan membaik. Farhan pun berencana mengecek kondisi satwa tersebut dalam waktu dekat.

“Kondisi terbaru pukul 14.19 WIB, kondisi membaik dibanding kemarin. Diare sudah tidak ada, tidak muntah, dan lebih aktif. Menurut dokter, yang berjumlah lima orang dalam satu tim, hewan tersebut telah melewati fase kritis 72 jam. Biasanya setelah itu kondisi akan terus membaik, dengan pemantauan intensif,” ungkapnya.***

FOTO
Anak Harimau Benggala Mati di Kebon Binatang Bandung, (Bandung Zoo). (Humas Pemkot Bandung)

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *