Cuaca Tak Bisa Diprediksi, DPRD Jabar Dorong Sistem Peringatan Dini Terintegrasi

Bandung, tandabaca.id
Upaya mitigasi bencana tidak cukup hanya mengandalkan regulasi. Pembaruan sistem peringatan dini terintegrasi penting karena cuaca kini tak bisa lagi diprediksi.

Sorotan tersebut di atas disampaikan anggota Komisi IV DPRD Jabar M Rizky dalam wawancananya dengan wartawan, Rabu 3 Desember 2025.

M Rizky menjelaskan saat ini kondisi iklim semakin sulit diprediksi jadi dituntutpenerapan teknologi canggih dan sistem peringatan dini yang mampuni agar bisa memberikan informasi secara real-time.

Sistem peringkatan dini itu, tidak hanya berfungsi sebagai alat pemberi peringatan bagi masyarakat, tetapi juga sebagai sarana koordinasi antar instansi, mulai dari pemerintah daerah hingga lembaga nasional seperti BMKG.

BACA INI JUGA : 708 Meninggal, Alasan Pemerintah Belum Menetapkan Status Darurat Bencana

“Patokan musim (zaman) dulu sudah tidak relevan. Hujan dan kemarau sekarang sulit diprediksi. Maka perlu teknologi yang lebih canggih, seperti alat pantau cuaca, sensor gempa, dan alarm banjir di sungai besar. Semua harus terintegrasi dengan BMKG dan instansi nasional lainnya,” katanya.

Sistem Peringkatan Dini Terintegrasi

Rizky menjelaskan, sistem peringatan dini (early warning system), masih memerlukan peningkatan menyeluruh. Meskipun telah diterapkan sejumlah alat dan prosedur untuk memantau potensi bencana.

Teknologi yang lebih canggih, seperti sensor hidrologi dan seismik, alarm banjir otomatis, serta perangkat pemantau cuaca, menjadi hal yang sangat penting untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat.

“Seperti HP atau komputer, harus ada upgrading. Harapannya Jawa Barat segera melakukan pemutakhiran agar peringatan banjir, pantauan cuaca, dan sensor gempa bisa lebih canggih,” ucap Rizky.

BACA INI JUGA : Liga 4 Piala Gubernur, Buky : Kompetisi Bukan Sekedar Turnamen

Pembaruan sistem ini tidak hanya soal perangkat, tetapi juga bagaimana semua data dari sensor dan stasiun pemantauan bisa terhubung dan dikelola bersama antarinstansi.

Dengan sistem yang lebih modern, prediksi risiko bencana bisa lebih akurat, dan masyarakat bisa merespons lebih cepat sehingga kerugian akibat keterlambatan informasi bisa diminimalkan.

BACA INI JUGA : Legislatif Tegaskan Pembangunan Infrastruktur Prioritas Utama Pemprov Jabar

 

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *