Galodo Kembali Terjang kawasan Muaro Pisang, Warga Kelok 44 Waspada Tinggi

Foto kawasan kelok 44 sebelum terjadi bencana di akhir desember 2025

Masa Tanggap Darurat Hingga 5 Januari 2026, Galodo Kembali Terjang kawasan Muaro Pisang. Warga kelok 44 dalam kondisi waspada tinggi

Tanjung Raya, tandabaca.id
Galodo atau banjir bandang susulan kembali menerjang kawasan Muaro Pisang, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis 1 Januari 2025.

Maninjau Tanjung Raya Kabupaten Agam

Material lumpur dan bebatuan merusak sekitar 40 rumah warga serta menutup akses jalan utama Lubuk Basung–Bukittinggi.

Warga di sekitar Maninjau dan Kelok 44 saat ini dalam kondisi waspada tinggi karena curah hujan yang masih ekstrem.

Hingga awal Januari 2026, kondisi warga korban bencana hidrometeorologi (banjir bandang dan longsor) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, masih dalam masa pemulihan darurat yang sangat menantang karena terjadinya bencana susulan.

BACA INI JUGA : Tyronne del Pino Jembatan Penghubung Persib dan Ratchaburi FC

Total korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana sejak akhir 2025 telah mencapai angka yang bervariasi antara 130 hingga 192 jiwa. Wilayah dengan korban terbanyak berada di Kecamatan Palembayan Kabupaten Agam.

Selain itu, masih terdapat puluhan orang yang dilaporkan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Sedangkan, sekitar 4.330 warga masih mengungsi di berbagai titik pengungsian karena rumah mereka hancur atau berada di zona rawan.

Soal penanganan dan bantuan, Pemerintah Kabupaten Agam telah memperpanjang masa tanggap darurat hingga 5 Januari 2026.

BNPB menargetkan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) agar dapat segera dihuni pada Januari 2026 untuk memindahkan warga dari tenda pengungsian.

BACA INI JUGA : Penampilan Feel Koplo Ajak Warga Ikut Joget dan Nyanyi Bersama

Fokus utama saat ini adalah pemulihan fisik dan psikososial (trauma healing), terutama bagi anak-anak di pengungsian.

Adapun, bantuan logistik dan air bersih terus didistribusikan, termasuk ke wilayah-wilayah yang sempat terisolasi akibat jalan putus.

Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat kondisi tanah yang masih labil di wilayah perbukitan Kabupaten Agam. Informasi lebih lanjut mengenai bantuan atau donasi dapat dipantau melalui kanal resmi BPBD Agam atau BNPB Indonesia. @ ai

BACA INI JUGA : Pemerintah Didesak Warga Nagari Maninjau, Normalisasi Sungai Muaro Pisang

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *