Berita  

In Memoriam : (Jembatan) Fadjar Panjaitan

(Jembatan) Fadjar Panjaitan
JEMBATAN FAJAR : Jembatan Fajar, membuka akses warga Kamal sebelah utara yang sebelumnya terisolasi akibat pembangunan jalan tol Bandara Soekarno Hatta. (Foto Istimewa)

In Memoriam: (Jembatan) Fadjar Panjaitan. Karena almarhum saat menjadi Walikota Jakarta Barat. Berhasil mengakhiri, seperempat abad lebih isolasi Kamal.

Jakarta, tandabaca.id
Mestinya bukan saya yang menulis kenangan ini, karena saya hanya tahu sedikit. Tapi saya merasa tergerak untuk menulis kisah yang saya ingat lamat-lamat ini untuk mengenang almarhum Fadjar Panjaitan sebagai Walikota Jakara Barat.

Tahun 2004, setelah dilantik sebagai walikota Jakarta Barat, Pak Fadjar — demikian saya dan kawan-kawan memanggilnya — mencanangkan tekad mengakhiri isolasi Kamal.

Kelurahan Kamal sejak 1985, atau setelah pembangunan Jl Tol Soedyatmo yang menjadi akses ke Bandara Soekarno-Hatta, terbelah. Bersamaan dengan itu, jalan yang menghubungkan wilayah Kamal sebelah utara dengan Tegal Alur terputus.

Akibatnya, lalu-lalang masyarakat petani/pedagang hasil bumi dari Kamal ke pasar sekitar Tegal Alur dan Cengkareng terhambat. Penduduk harus berjaan setengah melingkar untuk sampai ke Jl Kamal Raya.

Pertama melewati Rawa Bokor. Kedua ke arah Kamal Muara, dan naik Jembatan Kamal yang curam relatif ekstrem.

Kelurahan Kamal sempat berstatus desa tertinggal, karena tanpa akses transportasi. Sebuah koran ngetop pernah mengangkat persoalan Kamal, tapi respon pihak berkuasa tak terlalu signifikan.

Ada upaya mengakhiri isolasi Kamal, yaitu dengan membangun jembatan penyeberangan orang (JPO). Namun, bukan itu yang dibutuhkan masyarakat. Isolasi hanya bisa diakhiri jika dibangun jembatan yang bisa dilalui kendaraan roda empat.

Sepengetahuan saya, Pak Fadjar mencari cara mengakhiri semua ini. Ia beberapa kali menyambangi Kamal, berbicara tentang rencana pemerintah membangun jembatan.

Jembatan yang Dirindukan Masyarakat

Persoalan menjadi tidak mudah ketika menyentuh pembebasan tanah yang akan menjadi kedua ujung jembatan. Lebih pelik lagi, soal harga yang diminta masyarakat.

Singkat kata, karena saya tak banyak tahu, jembatan yang sekian lama dirindukan masyarakat Kamal terbangun. Letaknya di Jl Sahabat, agak ke barat dari Kelurahan Kamal.

Muamar, mantan protokoler acara peresmian jembatan itu, mengingatkan saya satu hal. “Penduduk memberi nama Jembatan Fajar,” katanya saat saya temui di sela takziah ke rumah almarhumah Fadjar Panjaitan, yang tak jauh dari rumah saya.

Pak Fadjar mengakhiri seperempat abad lebih isolasi Kamal. Semoga kebaikan itu memuluskan jalan Fadjar Panjaitan bin Binsar Panjaitan ke sisi Allah SWT. Aamiin.***

Oleh Teguh Setiawan, wartawan yang pernah ngepos di Kantor Wali Kota Jakarta Barat

BACA INI JUGA
Mandi Bidadari di Penjara Glodok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *