Inggris Cs Mengakui Eksistensi Negara Palestina, Netanyahu Panik

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer

Jakarta, tandabaca.id
Inggris Cs secara resmi mengakui eksistensi negara Palestina. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, hari ini.

“Hari ini kami mengakui Negara Palestina untuk menghidupkan kembali harapan perdamaian antara Palestina dan Israel. Hari ini kita bergabung dengan lebih dari 150 negara yang telah mengakui negara Palestina.”

“Kami bekerja untuk menjaga kemungkinan perdamaian dan solusi dua negara tetap hidup,” tambahnya, seraya menegaskan bahwa dia telah mengarahkan penjatuhan sanksi terhadap tokoh-tokoh Hamas lainnya dalam beberapa minggu mendatang.

“Hari ini, untuk menghidupkan kembali harapan perdamaian bagi Palestina dan Israel, serta solusi dua negara, Inggris secara resmi mengakui negara Palestina,” kata Starmer dalam sebuah unggahan di X, dilansir AFP, Minggu (21/9/2025).

Keir Starmer mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari proses untuk mengakhiri konflik di Gaza dan membantu mendorong perdamaian abadi antara Israel dan Palestina.

Anthony Albanese

Keputusan serupa juga disampaikan oleh Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong. Keduanya mengumumkan secara resmi Australia mengakui negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

“Dengan demikian, Australia mengakui aspirasi sah dan lama rakyat Palestina untuk memiliki negara sendiri,” ujar Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Menteri Luar Negeri Penny Wong dalam sebuah pernyataan bersama dilansir CNN.

“Pengakuan Australia atas Palestina merupakan bagian dari “upaya internasional terkoordinasi untuk membangun momentum baru bagi solusi dua negara, dimulai dengan gencatan senjata di Gaza dan pembebasan para sandera yang disandera dalam kekejaman 7 Oktober 2023,” tambah pernyataan tersebut.

Mark Carney

Selain Inggris dan Australia, hari ini Perdana Menteri Kanada Mark Carney juga mengumumkan secara resmi Kanada telah mengakui negara Palestina. Kanada mendorong penyelesaian damai terhadap konflik Israel dan Palestina.

“Kanada mengakui Negara Palestina dan menawarkan kemitraan kami dalam membangun janji masa depan yang damai bagi Negara Palestina dan Negara Israel,” ujar Perdana Menteri Kanada Mark Carney dalam sebuah unggahan di X.

Netanyahu Panik

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang dicari oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas kejahatan perang di Jalur Gaza, mengatakan seruan-seruan tersebut mengancam eksistensi Israel dan menyerukan agar menghadapi PBB dan semua pihak untuk membantah apa yang disebutnya sebagai propaganda palsu terhadap Israel.

“Seruan untuk sebuah negara Palestina mengancam eksistensi kami dan merupakan imbalan yang tidak masuk akal untuk terorisme,” kata Netanyahu, dikutip Aljazeera, Ahad (21/9/2025).

Dia menekankan Israel terus melanjutkan dengan serangan yang kuat dalam pertempuran untuk mencapai resolusi akhir, menghapuskan Hamas dan mengembalikan semua tahanan yang ditahan di Gaza.

Netanyahu juga mengatakan dirinya akan menyampaikan kebenaran di PBB tentang perjuangan Israel yang adil melawan kekuatan jahat dan visinya tentang perdamaian sejati yang datang dari kekuatan.@Ry

BACA INI JUGA
Tandang Perdana di Kanjuruhan, Eliano Bertekad Temukan Obat Kekecewaan Bobotoh
Pangdam III Siliwangi Ingatkan Prajurit TNI Pentingnya Menjaga Moralitas
Lakukan Tiga Penyelamatan Fantastis, Coach Bojan Puji Penampilan Teja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *