Jakarta, tandabaca.id
Israel lanjutkan pemboman dan penembakan tanpa pandang bulu di Jalur Gaza saat perang memasuki hari ke-82 pada hari Rabu, menewaskan puluhan warga Palestina.
Setidaknya 20 orang tewas pada hari Rabu menyusul serangan di dekat rumah sakit Kota Al-Amal, dekat Khan Younis.
Lebih banyak orang terluka dalam serangan itu, kata kementerian kesehatan di Gaza.
Drone yang menembakkan rudal juga menargetkan lokasi lain di Khan Younis, yang menjadi sasaran serangan besar Israel sejak 7 Oktober.
Drone menyerang distrik Abasan di timur Khan Younis, serta daerah Ma’an, dekat pusat kota.
Tentara Israel mengatakan pihaknya menargetkan setidaknya 200 lokasi dalam 24 jam terakhir di daerah kantong yang dilanda perang tersebut, di mana jumlah korban tewas hampir mencapai 21.000 orang.
Kekejaman Israel tidak hanya terjadi di Jalur Gaza. Serangan kekerasan di kota Tulkarem, Tepi Barat, menewaskan sedikitnya enam warga Palestina, termasuk beberapa remaja, sementara pemboman lintas batas menewaskan tiga orang di Lebanon selatan, termasuk seorang pejuang Hizbullah dan dua kerabatnya.
Sementara itu, seorang panglima militer Israel memperingatkan bahwa perang akan “berlanjut selama beberapa bulan lagi”, dan bersumpah untuk terus melanjutkan serangan mereka sampai “Hamas dihancurkan”.
367 Serangan Pemukiman Terhadap Warga
Badan PBB OCHA mengatakan bahwa pemukim Israel telah melakukan setidaknya 367 serangan terhadap warga Palestina termasuk banyak korban jiwa, luka-luka dan kerusakan properti Palestina.
Rata-rata insiden mingguan sejak 7 Oktober mencapai 32 dibandingkan dengan 21 insiden per minggu antara 1 Januari dan 6 Oktober 2023, kata LSM tersebut.
Blanken Akan Membahas Perang Gaza
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Timur Tengah akhir pekan depan untuk membahas perang di Gaza, Axios melaporkan pada hari Rabu, mengutip lima pejabat AS, Israel dan Arab.
Axios mengabarkan Blinken berencana mengunjungi Israel, Yordania, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Qatar.***
Dilansir The New Arab














Response (1)