Bandung, tandabaca.id
Jet-jet Israel gempur kantor Bulan Sabit Merah Palestina di Kota Khan Younis, Gaza selatan, pada Selasa 2 Januari 2024.
Serangan jet-jet Israel tersebut menimbulkan korban jiwa. Sejumlah orang dilaporkan tewas dan terluka saat jet-jet Israel gempur Palestina.
Dikutip dari Anadolu, saat serangan terjadi, gedung tersebut masih menjadi tempat bagi ratusan warga Khan Younis untuk mengungsi.
Serangan semakin membuktikan tak ada tempat aman lagi di Gaza.
Sementara itu pasukan Israel secara brutal menyerang apa pun yang mereka inginkan.
Ini bukan kali pertama jet-jet tempur Israel menyerang kantor lembaga kemanusiaan itu.
Pekan lalu lantai yang sama juga diserang hingga melukai beberapa pengungsi.
Hingga sekitar 22.185 warga Palestina terbunuh dan 57.035 lainnya luka akibat serangan Israel ke Gaza sejak 7 Oktober.
Serangan Israel juga menyebabkan 60 persen infrastruktur di Gaza rusak atau hancur.
Selain itu hampir 2 juta penduduk mengungsi yang dibayangi dengan kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Turki Gagalkan Rencana Mossad
Ditempat terpisah, Turki berhasil menggagalkan rencana pasukan Mossad Israel yang akan menyerang militan Hamas.
Sebanyak 33 orang mata-mata Mossad Israel ditangkap oleh Turki.
Dikutip dari Voa, media Turki melaporkan mereka ditangkap dalam penggerebekan yang dilakukan di delapan provinsi di sekitar Istanbul.
Selain itu mereka dilaporkan melakukan misi melakukan penculikan dan pengintaian.
Sementara itu Badan Keamanan Turki masih mencari 13 tersangka lain yang diduga telah melakukan spionase internasional atas nama Israel.
Diketahui, Hubungan antara Turki dan Israel memburuk tajam setelah pecahnya perang Israel-Hamas.
Presiden Turki, Erdogan juga telah berkali-kali mengkritik Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Ia pun menuntut para komandan dan pimpinan politik Israel diadili atas perang di jalur Gaza.***
BACA INI JUGA
Israel Lanjutkan Pemboman dan Penembakan di Jalur Gaza, 20 Orang Tewas














Response (1)