Korban Selamat KA Turangga Ungkap Detik-detik Mendebarkan saat Kereta Tabrakan

Korban Selamat KA Turangga
Kereta Api Turangga dan KA Commuter Line Adu Banteng di Cicalengka, Jumat (5/1/2024). (Foto:ist)

Bandung, tandabaca.id
Korban Selamat KA Turangga ungkap detik-detik mendebarkan saat kereta bertabrakan. Mulai dari guncangan, asap masuk ke kabin, listrik yang padam dan aksi penyelamatan penumpang.

KA Turangga dan Kereta Api Commuter Line Bandung Raya (Baraya) bertabrakan di petak Cicalengka-Haurpugur, di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jumat (5/1/2024) pukul 06.03.

Tabrakan itu tepatnya terjadi di Kilometer 181+5/4.

KA Turangga melaju dari arah Surabaya Gubeng dengan tujuan akhir Bandung.

Sebaliknya, Kereta Api Baraya melaju dari arah Padalarang dengan tujuan akhir Cicalengka.

Total tiga gerbong KA Commuter Line dan delapan gerbong Kereta Api Turangga yang anjlok.

Jumlah penumpang di dalam KA Turangga jurusan Surabaya-Bandung sebanyak 287 orang, sementara di dalam KA Bandung Raya 151 orang.

Menurut data dari Polda Jawa Barat, korban meninggal dunia sebanyak tiga orang.

Masing-masing Julian Dwi setiono, masinis KA KRD Lokal Padalarang-Cicalengka; Ponisa, asisten masinis KA KRD Lokal Padalarang-Cicalengka, dan Andrian, pramugara KA Turangga.

Jejen (23), petugas kereta api yang selamat dalam musibah itu mengatakan insiden terjadi saat dirinya tengah membereskan fasilitas kereta api di kelas eksekutif 4 KA Turangga jurusan Surabaya-Bandung.

Guncangan hebat yang terjadi saat kereta bertabrakan membuat gerbong tempat dirinya, tengah beraktivitas tiba-tiba anjlok.

Saat itulah, Jejang korban selamat tabrakan kereta ini, mencium bau asap.

“Saya posisi di Eksekutif 4, di belakang kereta makan. Posisi mau nyeberang ke sambungan, sudah terjadi saja tabrakan, guncangan keras.”

“Lumayan lama, terus asap masuk ke kabin, sama listrik padam,” kata Jejen di lokasi kejadian.

Setelah itu, Jejen berjalan turun dengan melintasi kereta makan.

“Habis itu turun, lalu bantu evakuasi penumpang. Pintu Eksekutif 4 masih bisa terbuka kiri-kanan,” katanya.

Dia mengaku tak merasakan firasat buruk apa pun. Seperti biasanya, dia bekerja dengan penuh semangat.

“Tapi di Stasiun Tasik agak lambat, sampai setengah jam (berhenti),” katanya. ***

BACA INI JUGA
KA Tabrakan di Cicalengka, Jalur Tak Bisa Dilintasi untuk Sementara

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *