Ngajaga budaya, nguatkeun olahraga, ngapresiasi seni. Dengan jargon ini, diharapkan gerakan seni, budaya, dan olahraga IPM Jawa Barat semakin kokoh, terarah, dan bermanfaat luas.
Bandung, tandabaca.id
Pada Sabtu, 6 September 2025, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Barat melalui bidang Apresiasi Seni Budaya dan Olahraga (ASBO) menggelar rapat koordinasi se-Jawa Barat secara daring melalui Google Meet. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pimpinan dari berbagai daerah.
Rapat ini bertujuan mempererat silaturahmi, mensosialisasikan program bidang ASBO, serta menyerap saran dan kritik dari bawah agar program dapat berjalan lebih selaras dan terarah.
Selain itu, rapat juga menjadi jalur komunikasi di tengah luasnya wilayah Jawa Barat sekaligus memperkuat ikatan pelajar dalam bertukar gagasan.
Agenda ini juga difungsikan untuk mendata kesenian lokal serta potensi kader berprestasi IPM se-Jawa Barat agar dapat dioptimalkan ke depan.
Pengurus bidang ASBO menyampaikan rancangan program yang menitikberatkan pada penguatan apresiasi seni, pelestarian budaya lokal, dan pengembangan olahraga di kalangan pelajar Muhammadiyah Jawa Barat. Ketua Bidang, Izzan Faruqy Azzahir, menegaskan,
“Ke depan apresiasi adalah bentuk upaya kita dalam menjaga kaderisasi dalam bentuk sederhana, lalu kesenian ialah tonggak yang nanti akan kita optimalisasi karena potensi besar Jawa Barat ini.”
Mengintegrasikan Semangat Kesenian
Forum kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Para peserta rapat aktif menyampaikan kritik, saran, dan gagasan yang menjadi masukan penting bagi penyempurnaan serta penyelarasan program. Sekretaris Bidang, Affan Fadly Dawami, menambahkan,
“Kami mengupayakan keselarasan dalam program ke depan dengan mengintegrasikan semangat kesenian, kreativitas, dan olahraga agar dapat dioptimalkan secara masif.”
Rapat juga menyoroti potensi yang dimiliki IPM Jawa Barat, yakni keberagaman kesenian lokal yang diwariskan lintas generasi serta kader-kader IPM yang berprestasi, baik di ranah akademik maupun non-akademik.
Potensi inilah yang menjadi modal utama dalam mengembangkan gerakan seni, budaya, dan olahraga yang berdaya saing.
Sebagai penutup, seluruh peserta menyepakati penguatan semangat bersama melalui jargon:
“Ngajaga budaya, nguatkeun olahraga, ngapresiasi seni.” Dengan jargon ini, diharapkan gerakan seni, budaya, dan olahraga IPM Jawa Barat semakin kokoh, terarah, dan bermanfaat luas.@Ry










Responses (2)