Jakarta, tandabaca.id
Perang Israel-Hamas memanas, China ikut berkomentar soal konflik yang tengah terjadi di Timur Tengah itu, katanya dia mendukung pembentukan negara Palestina Berdaulat.
China mengatakan perang Israel-Hamas memanas, peningkatan konflik terbaru setelah Hamas menyerang Israel menunjukkan stagnasi jangka panjang dalam proses perdamaian “tidak dapat dipertahankan.”
Dalam pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri China, mereka menegaskan kembali dukungannya terhadap negara Palestina yang independen.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan pada Minggu, mengatakan “semua pihak” harus bertindak dengan menahan diri dan segera melakukan gencatan senjata untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Cara mendasar untuk menghentikan terulangnya konflik antara Palestina dan Israel adalah “two-state solution” atau solusi dua negara.
Two-state solution merupakan proposal untuk menyelesaikan masalah Palestina dan Israel, yang memiliki arti bahwa kedua pihak harus mengakui bersama soal keberadaan masing-masing sebagai negara.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan negaranya “sedang berperang” setelah militan Jalur Gaza menembakkan lebih dari 3.000 peluru kendali dan menyusup ke bagian selatan Israel pada awal Sabtu. Ratusan orang tewas di kedua belah pihak. Sementara perundingan perdamaian seputar konflik Israel-Palestina telah terhenti sejak tahun 2014.
PERUNDINGAN PERDAMAIAN
“Komunitas internasional harus meningkatkan rasa urgensinya, meningkatkan investasi dalam isu Palestina, mendorong dimulai kembalinya perundingan perdamaian antara Palestina dan Israel, juga mencari jalan menuju perdamaian yang abadi,” kata Kementerian Luar Negeri China. sebagaimana dikutip dari laman bloombergtechnoz.com
“China akan terus bekerja sama dengan komunitas internasional untuk melakukan upaya yang tanpa henti demi terciptanya tujuan ini.”
China, sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, semakin vokal mengenai isu Israel-Palestina ketika mencoba meningkatkan pengaruhnya di Timur Tengah. Pada bulan Juni, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengunjungi China dan bertemu dengan Presiden Xi Jinping, yang mengusulkan konferensi perdamaian internasional tentang konflik tersebut. ***














Response (1)