GROBOGAN, TANDABACA.ID — Perlintasan tanpa palang pintu kembali tebar maut kali ini terjadi di Desa Tuko, Kabupaten Grobogan, Jumat (1/5/2026) dini hari sekitar pukul 02.52 WIB. Kereta api Argo Bromo Anggrek tabrak toyota Avanza yang membawa rombongan pengantar jemaah haji.
Akibat kejadian tersebut, empat orang meninggal dunia di lokasi, sementara lima lainnya mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Total penumpang dalam minibus dilaporkan berjumlah sembilan orang.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, suasana perlintasan saat itu gelap dan minim penerangan. Tidak ada palang pintu maupun penjaga yang mengatur arus lalu lintas.
“Tiba-tiba terdengar klakson panjang dari arah rel, lalu BRAK! Keras sekali. Mobil langsung terpental ke sawah,” ujar seorang saksi mata di lokasi.
Benturan keras membuat kendaraan ringsek parah dan terseret sebelum akhirnya terlempar ke area persawahan.
Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan bahwa perjalanan kereta saat itu dalam kondisi normal dan sesuai prosedur operasional. KAI juga menegaskan bahwa lokasi kejadian merupakan perlintasan sebidang yang tidak dilengkapi palang pintu resmi.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu mendahulukan perjalanan kereta api dan memastikan kondisi aman sebelum melintas,” demikian pernyataan resmi KAI.
Pasca kejadian, KAI bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap aspek keselamatan di lokasi, termasuk rencana peningkatan pengamanan perlintasan.
Kecelakaan ini kembali menyoroti tingginya risiko di perlintasan sebidang tanpa pengamanan memadai. Minimnya fasilitas keselamatan serta rendahnya kewaspadaan pengguna jalan kerap menjadi faktor pemicu terjadinya insiden serupa di berbagai daerah.
Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. (Red)














Response (1)