Persekusi Maduro dan Flores, China dan Rusia Mengutuk Keras Tindakan AS

Persekusi Maduro dan Flores, China dan Rusia Mengutuk Keras Tindakan AS. Tindakan Washington Dinilai Melanggar Hukum Internasional dan Kedaulatan Negara Berdaulat

Persekusi Maduro dan Flores, China dan Rusia Mengutuk Keras Tindakan AS. Tindakan Washington Dinilai Melanggar Hukum Internasional dan Kedaulatan Negara Berdaulat

Jakarta, tandabaca.id
Penangkapan dan persidangan Presiden Venezuela Nicolás Maduro di pengadilan federal Amerika Serikat memicu gelombang kecaman internasional. Dua kekuatan besar dunia, China dan Rusia, melontarkan respons keras atas tindakan Washington yang dinilai melanggar hukum internasional dan kedaulatan negara berdaulat.

Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, ditangkap pasukan AS di Caracas awal Januari 2026 dan dibawa ke Manhattan untuk menjalani proses hukum atas tuduhan narco-terorisme serta konspirasi perdagangan kokain. Sidang perdana digelar di New York pada Senin (5/1), di mana Maduro menegaskan dirinya tidak bersalah dan tetap merupakan presiden sah Venezuela.

Beijing menyatakan terkejut sekaligus mengutuk keras tindakan AS yang menggunakan kekuatan militer hingga menangkap kepala negara berdaulat. “Langkah ini secara serius melanggar hukum internasional, kedaulatan Venezuela, serta mengancam perdamaian dan keamanan kawasan Amerika Latin,” tegas pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China.

Juru Bicara Kemenlu China, Mao Ning, menambahkan bahwa proses peradilan terhadap Maduro di pengadilan domestik AS tidak sah. “Amerika Serikat telah mengabaikan status Maduro sebagai kepala negara. Tidak ada negara yang boleh menempatkan hukum domestiknya di atas hukum internasional,” ujarnya. Beijing mendesak Washington segera menghentikan pelanggaran tersebut dan membebaskan Maduro serta istrinya.

Selain China, Rusia juga menyuarakan penolakan keras terhadap langkah AS. Moskow menilai tindakan tersebut sebagai bentuk intervensi yang berbahaya dan berpotensi memperburuk ketegangan geopolitik global. Rusia menegaskan dukungannya terhadap Venezuela sebagai negara berdaulat yang berhak menentukan jalannya pemerintahan tanpa campur tangan asing.

Kasus ini menambah ketegangan hubungan internasional di tengah konflik global yang kian kompleks. Penangkapan Maduro bukan hanya menimbulkan polemik hukum, tetapi juga membuka perdebatan besar mengenai batasan intervensi negara terhadap pemimpin berdaulat.

BACA INI JUGA :
Arti Air Mata Venna Melinda, Saat Tabur Bunga di Pusara Ayahnya
Masjid Raya Bandung Bukan Aset Pemprov Lagi, Melainkan Wakaf

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *