Piala Presiden Seharusnya Juga Melibatkan Klub Liga 2 dan 3

Bandung, tandabaca.id
Piala Presiden seharusnya juga melibatkan klub Liga 2 dan 3. Nggak hanya klub Liga 1 saja. Bukankan, kepala negara itu, milik seluruh rakyat. Bukan, kelas tertentu saja.

Klub peserta, juga harus mengakomodir pemain dari kelompok umur 16-19. Bukan hanya sekedar wacana, tetapi harus dibuktikan dalam pelaksanaannya.

Sebagaimana diketahui, gelaran Piala Presiden 2024 sudah berakhir, turnamennya juga berjalan lancar. Nggak ada tawuran antar suporter, nihil suporter yang menyalakan flare di stadion dan sebagainya.

Pada turnamen edisi 2024 ini, Arema FC untuk keempat kalinya keluar sebagai juara. Menang dramatis atas Borneo FC di final yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Minggu 4 Agustus 2024.

Dengan demikian, Arema FC saat ini, jadi raja Piala Presiden karena sudah koleksi 4 piala, edisi 2017, 2019, 2022 dan 2024.

Singo Edan, hanya gagal raih gelar juara pada edisi 2015 dan 2018. Turnamen perdana kampiunnya Persib Bandung, dan edisi ketiga juaranya Persija Jakarta.

Apa hasil yang didapat Arema setelah berulang kali menjadi juara Piala Presiden. Apakah SDM sepakbolanya meningkat, regenerasi berjalan baik, dan sebagainya.

Yang pasti, pada gelaran Liga 1 2023/2024, Arema FC hanya bisa menempati peringkat ke-15. Singo Edan mengoleksi 38 angka dari 34 laga. Beruntung, klub sepakbola asal Malang ini, selamat dari jerat degradasi.

Arema FC juga menjadi salah satu tim yang mengakhiri Liga 1 2022/2023 dengan hasil yang tidak baik-baik saja. Singo Edan harus puas berada di peringkat ke-12 dengan mengumpulkan 42 poin.

Nggak Hanya Klub Liga 1

Kalau ingin Piala Presiden menjadi turnamen pramusim penuh gengsi, sudah saatnya regulasinya disusun dengan perencanaan yang matang. Nggak hanya dadakan, jangan sekedar jadi sambel atau tahu bulat.

Bukankan sponsor di turnamen pramusim ini sudah banyak, awalnya hanya Rp48 miliar, kemudian saat opening ceremony naik menjadi Rp68 miliar, sampai akhirnya tembus angka Rp78 miliar.

Keberhasilan ini harus terus dipertahankan kalau perlu ditingkatkan lagi, agar seiring bertambahnya waktu, nilai hadiah yang diperoleh peserta bisa lebih banyak lagi.

Trofi juga harus lebih baik dari tahun ke tahun, kalau sekarang dilapisi emas 24 karet, edisi selanjutnya harus lebih baik lagi, ditambah permata atau apalah namanya.

Yang harus lebih diutamakan, pesertanya nggak hanya klub Liga 1 saja, klub Liga 2 dan Liga tiga juga harus dilibatkan.

Misal, pada Piala Presiden 2025 nanti, selain harus mengikut sertakan 8 tim Liga 1 peringkat 1-8 musim 2024/2025 juga harus melibatkan 6 tim Liga 2 peringkat 1-6, dan 4 tim Liga 3 peringkat 1-4.

Dengan ikutnya klub liga 2 dan liga 3 di turnemen pramusim Piala Presiden, dipastikan setiap klub nantinya akan berlomba-lomba meningkatkan kualitas pemainnya.

Agar keinginan mulia ini bisa terwujud, Liga Indonesia Baru didorong harus proaktif. Membantu meningkatkan lisensi setiap klub peserta turnamen.

Yang tidak kalah penting, setiap klub peserta Piala Presiden harus memenuhi kuota pemain kelompok umur. Agar regenerasi pemain bisa berjalan dengan baik. @achmad ariesmen

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *