Sumedang, tandabaca.id
Ternyata Kang TH Orangnya Care dengan Sesama, Ini Kisah Harri Safiari, yang Nggak Ngimpi Dikerokin Oleh Orang Pertama di DPRD Jawa Barat.
Video Kang Harri, wartawan dikerokin Ketua DPRD Jabar Brigjen Purn Taufik Hidayat viral di whatsapp grup dan tiktok.
Mengetahui orang yang ngerokin Harri Safiari adalah Kang TH, panggilan karib untuk Taufik Hidayat wartawan geger.
Semuanya bilang, ternyata Kang Opik nama lain dari Taufik Hidayat, tidak sekaku warna aslinya, buktinya dia care banget mau nolongin Harri Safiari yang jatuh pingsan gegara angin duduk.
Harri yang dihubungi beberapa saat setelah video itu viral mengatakan dia nggak pernah mimpi sampai kerokin sama kang TH.
“Kang TH sudah nyelamatin nyawa saya, kalah nggak ditolong Ketua, nggak tau deh,” katanya.
Harri mengatakan cerita dia diselamatkan Ketua DPRD Jabar terjadi saat tengah mengikuti reses Kang TH.
“Bro, aku ini malu jujurly. Pasalnya, sudah merepotkan Kang TH yang memang seharian itu sangat sibuk,” katanya.
Begini kisahnya, Senin 20 Februari 2023, ikut Kang TH reses di dua tempat Kecamatan Pagaden Kabupaten Sumedang.
“Rombongan mampir untuk istirahat sekalian makan, jam makannya sudah telah antara siang dan sore,” katanya.
Lokasi makannya nggak jauh dari pemandian Sari Ater.
Lanjut Kang Harri, kisah dramatis seperti yang beredar di WA, dan platform tiktok, memang sangat unik.
“Pokoknya, ini tambah malu lagi, merepotkan Kang TH. Selesai makan bareng Kang TH, saya tiba-tiba sakit perut, seperti ada angin murilit (melilit),” katanya.
“Ya ada yang menyebut angin duduk, atau masuk angina pun, boleh lah. Yang jelas, badan terasa dingin sekali. Keluar pula keringat dingin mengucur, kepala pening. Sambil berjalan menuju toilet …lalu ambruk jatuh pingsan, tak sadarkan diri”
DIGOTONG KANG TH
“Nah, itu dia. Badanku ini seperti ada yang memindahkan lalu diangkut, digotong…ini saya rasakan samar-samar dan suara yang menggotong pun sepertinya sangat pelan sekal, terkadang hampir sunyi,” katanya.
“Padahal saya yakin, di saat itu terjadi mungkin semacam kepanikan di antara Kang TH dan beberapa ajudan serta anggota rombongan lainnya. Masih terasa samar-samar, pokoknya sunyi sekali saat itu…”
Lalu, perasaan Kang Harri setelah merasa sunyi itu apa yang terjadi?
“Begini, pendengaran saya mulai agak jelas mungkin setelah 15 menitan dari ambruk tadi. Baru saya rasakan gosokan kerokan semula dari Imam salah satu ajudan Kang TH yang sangat telaten. Selain itu ia membimbing istigfar ke saya. Juga Imam dan yang lainnya berkali-kali mengatakan, jangan tidur Kang jangan tidur …istigfar …nanti terlelap bisa saja dari jantung,” kata Kang Harri menirukan suara Iman.
Nah, terus bagaimana kelanjutannya?
“Baru saya makin sadar suara lamat-lamat tadi itu suara Kang TH dengan segala instruksinya, di antaranya harus tuntas dan tuntas dikeroknya,” katanya.
SEUMUR HIDUP BELUM PERNAH DIKEROK
“Biar sadar, sadar dan keluar tuh anginnya. Semakin terasa kerokan Kang TH. Padahal seumur-umur saya belum pernah dikerok apalagi sampai memerah seperti ini, yang dialasi minyak kayu putih milik restoran.”
Seterusnya apa yang terjadi?
“Benar juga dengan dikerok itu, tingkat kesadaran makin pulih. Saya ucapkan terima kasih kepada semua, termasuk Kang TH yang menimpali, ini katanya kewajiban saya untuk menolong,” terangnya.
“Ya saya ucapkan terima kasih dengan tulus.. Selanjutnya, saya diperintahkan untuk dibawa ke Bandung, memakai mobil Patwal yang pake nguing-nguing itu,” ujar Kang Harri
NGUING NGUING
Nguing-nguing, Bawa Korban Angin Duduk?
Masih kata Kang Harri, sebelum dibawa ke Bandung Kang TH mewanti-wanti pengemudi mobil Patwal, belakangan diketahui Aipda Iskandar, dan Bung Apit.
Akhirnya Senin sore itu bertiga bernguing-nguing dengan mobil Patwal membawa jurnalis masuk angin berat yang sembuh tersebab dikerok Taufik Hidayat Ketua DPRD Jawa Barat !
“Masih ingat instruksi khusus Kang TH ke pengemudi mobil Patwal, pintunya dibuka ! Jangan pakai AC, duduknya di depan ya,” ujar Kang Harri menirukan suara perintah khusus Kang TH yang sangat tegas di peristiwa ini.
Masih kata Kang Harri singkat cerita, setelah tiba di rumah, tentu amat disyukuri oleh istri dan anak-anaknya. Tak lupa semua orang di rumahnya, mengucapkan terima kasih atas pertolongan Pak Taufik Hidayat dan rombongannya, yang sudah dilihatnya melalui WA yang katanya sudah beredar cukup luas.
Ditanya, tentang penyebab dari masuk angin ini,”jam makan siang hari itu memang agak telat. Waktu jam makan siang di Pagaden, katanya hanya sempat makan sepotong kue apem dan combro buatan warga setempat.
“Combronya enak, tidak pedas dan umbinya seger kali karena langsung dari kebon diolahnya. Tapi ya, tak cukup mengenyangkan… jadinya ya harus ada nasi seperti biasa,” ujar Kang Harri mengenang apa penyebab masuk angin yang berakibat cukup fatal ini.
JANGAN SEPELEKAN
Kang TH, Jangan Sepelekan Angin…
Mengakhiri kontak telepon ini, Kang Harri seperti curhat,”utamanya ke Kang TH semoga ia tak direpotkan dengan peristiwa ini,” tuturnya.
Masih kata Kang Harri yang disesali mengapa peristiwa ini harus terjadi, dan lagi merepotkan banyak orang:
“Kang TH ternyata begitu besar perhatiannya. Sampai-sampai dirinya menelepon pada Selasa pagi keesokan harinya,. Sebelumnya, selama perjalanan dari Ciater dengan mobil Patwal itu, berkali-kali ajudannya selalu memonitor perjalanan saya,” jelas Kang Harri.
Penutupnya kata Kang Harri:
”Menjaga kesehatan itu penting sekali, jangan sesekali menyepelekan angin sekecil apapun. Ternyata, bisa saja itu angin duduk, atau malah angin berdiri kali ya? Yang penting, ada pelajaran berharga dari peristiwa fatal ini. Ya, Alloh hari Senin itu aku masih diberi umur, salah satu penyebabnya ada yang telah menolong dengan ikhlas…” ***














Response (1)