Viral Gegara Dicokok Dinsos Bengkulu, Junaidi, pengamen Finalis Indonesia Idol, Malah Kebanjiran Job Ngamen di Kafe Rumah Makan dan Warung Wedang Jahe
Bengkulu, tandabaca.id
Junaidi, finalis Indonesia Idol dicokok Dinas Sosial Bengkulu saat tengah ngamen, disela keramaian Festival Tabut. Hikmah dari kejadian itu, kebanjiran job nyanyi di kafe.
Tabut merupakan warisan budaya takbenda yang berasal dari komunitas keturunan India Muslim di Bengkulu. Kegiatan untuk memperingati gugurnya cucu Nabi Muhammad SAW, Imam Husein bin Ali, dalam peristiwa Karbala.
Festival Tabut berlangsung selama 10 hari dari tanggal 27 Juni – 06 Juli 2025 berlokasi di Spot Center, Kota Bengkulu.
Junaidi, pengamen asal Prabumulih yang pernah mengikuti audiensi Indonesia Idol. Ia masuk sebagai peserta karena mendapatkan golden tiket dari 5 juri. Lagu yang dinyanyikannya saat itu putus atau terus (cover Judika).
Meski memiliki suara emas, Junaidi ternyata tidak berhasil meramaikan blantika musik tanah air. Alih-alih sukses ia justru kembali ke profesi awalnya.
Momen ketika Junaidi tertangkap Dinsos Kota Bengkulu itu terekam dalam unggahan sang kepala dinas, Sahat M. Situmorang, di TikTok.
“Akui pernah (menjadi) peserta Indonesian Idol, datang dari Kota Prabumulih untuk lihat Pesona Tabot di Kota Bengkulu. Jadi pengamen di jalan cari ongkos pulang, hindari pantauan Dinas Sosial, berlari bersembunyi di sarang nyamuk,” tulis Sahat dalam unggahannya.
Dalam unggahan tersebut, Dinsos Kota Bengkulu menangkap Junaidi dan temannya yang bersembunyi di belakang rumah warga.
Saat memergoki Junaidi, Sahat bertanya alasan ngamen di Kota Bengkulu. Tak hanya itu, pak Kadis juga meminta Junaidi untuk nyanyi sambil bermain gitar.
Saat ini, Junaidi tengah menerima berkah dari giat yang dilakukan Sahat dan jajarannya, ia kini kebanjiran job nyanyi.
“Sekarang Junaidi kebanjiran order ngamen di rumah makan, kafe dan tempat wedang jahe,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Sahat M. Situmorang, Minggu (6/7/2025).
Tertangkap Gegara Diserbu Nyamuk
Sahat menjelaskan, Junaidi dicokok petugas saat tengah ngamen di beberapa titik lampu merah dalam kota Bengkulu, Kamis 4 Juni 2025.
“Kami mendapatkan aduan masyarakat terkait aktivitas mengamen dan pengemis di beberapa titik lampu merah. Memang Kota Bengkulu saat ini sedang menertibkan pengamen, pengemis di lampu merah,” ujar dia.
Sahat menjelaskan, setelah mendapatkan aduan masyarakat, dia dan tim bergerak melakukan pendekatan persuasif disertai dialogis.
Namun Junaidi melarikan diri bersembunyi di belakang kontrakan kosong penuh semak belukar dan nyamuk.
“Saat dia lari sembunyi saya tahu banyak nyamuknya maka saya tunggui saja di depan kontrakan kosong. Mungkin karena tidak tahan diserang nyamuk dia keluar menyerahkan diri,” ungkap Sahat.
Saat ditanya identitas serta asal usul barulah Junaidi mengatakan ia berasal dari Prabumulih, Sumatera Selatan. Datang ke Bengkulu ingin menyaksikan Festival Tabut.@Ry
BACA INI JUGA
Persib Harus Mengakui Keunggulan Port FC, Kalah 0-2
Surat Terbuka Garda Kemerdekaan untuk Presiden Soal Ormas Intoleran Annas














Response (1)