Bandung, tandabaca.id
DPRD Jabar diprank berkali-kali dalam hal lelang tempat pengelolaan dan pemrosesan akhir sampah atau TPPAS Legok Nangka. Pengumuman lelang batal-batal terus. Diprank=Dijailin
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar Daddy Rohanady mengatakan lelang TPPAS Legok Nangka, Nagrek, Kabupaten Bandung sudah berkali-kali batal.
Semua itu tidak lain dikarenakan, persoalan sampah sangat krusial. Agar tidak terjadi lagi, kasus Bandung lautan sampah.
“DPRD Jabar diprank berkali-kali, waktu itu di beri deadline akhir 2022 beroperasi nyatanya enggak. Februari beroperasi nyatanya enggak. Mau sampai kapan. Mei katanya lelang investasi, mudah-mudahan bener, saya belum kontrol lagi detailnya,” kata Daddy, Rabu 2 Agustus 2023.
Oleh karenanya, kata politisi Gerindra dari Dapil XII (Cirebon Indramayu) jangan sampai ada lagi, pembatalan dalam hal pengumuman lelang TPPAS Legok Nangka.
Daddy Rohanady berkata demikian, karena DPRD Jabar tidak sepenuhnya terlibat dalam penentuan calon investor yang akan menjadi pengelola TPPAS Legok Nangka.
Sebab, semuanya ada di ranah eksekutif, DPRD hanya berada di wilayah penggaran.
Kendati demikian, Daddy berharap pemenang lelang TPPAS Legok Nangka secepatnya diumumkan dan dapat segera beroperasi untuk mengatasi persoalan sampah khususnya di wilayah bandung raya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan dua investor akhir dalam proyek pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka di Nagreg, Kabupaten Bandung, berasal dari Jepang.
“Kami DPRD Jabar berharap betul 2023 Legok Nangka beroperasi, kalau beroperasi 100 kita juga gak mungkin, tapi paling gak bisa 50 persen dulu. calon investor berikutnya dari jepang, mudah-mudah bener,” tandasnya. ***
BACA INI JUGA
Daddy Kritisi Persoalan TPPAS Regional yang Tak Kunjung Selesai, Leuwigajah Jangan Diulangi














Response (1)