Bandung, tandabaca.id
Anggota Komisi III DPRD Jabar H Pepep Saepul Hidayat S.I.Kom menilai Subang Utara potensial untuk dikembangkan. Jadi layak menjadi CDPOB (calon daerah pemekaran otonomi baru).
Disoal apa yang membuat Subang Utara Potensial untuk dikembangkan H Pepep yang juga Pj Ketua DPW PPP Jabar menjelaskan hal ini.
“Karena kan ada beberapa daerah yang potensial. Misalnya, Indramayu Barat lalu Subang Utara yang memiliki Patimban yang terbesar di Asia jadi daerahnya bisa berkembang,” ujarnya.
Selain itu, jelas H Pepep kembali di Subang Utara ada kawasan Rebana, dan tidak jauh dari sana juga ada bandara.
Terlebih, tambahnya kalau nanti dibangun tol dari Indramayu ke Subang dan ke Bandara.
“Ada bandara, ada tol ini merupakan daerah-daerah yang ke depan saya yakin akan berkembang. Selain Pelabuhan Patimban di utara ini ada nelayan, pertanian. Jadi potensinya sangat banyak yang masih bisa berkembang daerahnya,” katanya.
Subang itu, tambah H Pepep lagi, dibagi menjadi tiga. Yakni Subang Selatan, Tengah dan Utara.
Subang Selatan itu, potensi utamanya, pertanian, pesantren dan kebun teh. Sedangkan Subang Utara, potensinya lebih ke nelayan, karena ada pantai jadi bisa berkembang menjadi pelabuhan terbesar di Indonesia.
“Subang Utara sudah disetujui sekarang prosesnya sama dengan yang lain. Subang Utara itu yang ke-9 dari CDPOB,” katanya.
DPRD JABAR AKAN MENINDAKLANJUTI
Menurutnya, sama dengan 8 daerah CDPOB yang lain, DPRD Jabar akan menindaklanjuti proses ke pemerintah pusat. Walaupun, masalahnya ada di pemerintahan pusat karena masih melakukan moratorium.
“Jadi belum ada tindak lanjut walaupun belum dicabut moratorium, tapi tetep kan harus ada survei dan penelitian dulu,” katanya.
Pansus pembentukan daerah otonomi baru, jelas H Pepep, dibentuk untuk memastikan bahwa yang dilaporkan dan diharapkan dalam menentukan otonomi daerah baru tersebut sudah memenuhi semua aspek atau belum.
“Termasuk, bagaimana kesiapan kabupaten kota induk untuk mendukung ibukota baru karena tidak bisa lepas. Jadi memang prosesnya masih panjang,” katanya.
H Pepep berharap, kalau pemerintah membuka moratorium, maka Subang Utara akan menjadi prioritas CDPOB di Provinsi Jawa Barat. “Harapannya seperti itu,” katanya. ***













