BANDUNG, TANDABACA.ID – Pusat punya Danantara, di Jabar Ada Sanggabuana, superholding atau konsolidasi Badan Usaha Milik Daerah yang dirancang menaungi sekitar 37 BUMD.
Anggota DPRD Jabar Daddy Rohanady mengatakan inisitif itu disiapkan oleh Pemprov Jawa Barat dan telah mendapat lampu hijau dari Kementerian Dalam Negeri.
“Jadi holding investment BUMD induk, mirip-mirip Danantara kalau di pusat,” katanya dalam wawancara dengan wartawan, Selasa 18 Agustus 2026.
Selain itu, tambah Politisi Partai Gerindra dari Dapil Kota Cirebon Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu, konsultan holding investasi ini juga sama dengan Danantara, Profesor Burhanuddin Abdullah (mantan Gubernur Bank Indonesia), beserta tim pakarnya.
Kebetulan saya ajak kawan-kawan Bapemperda ketemu Pak Bur langsung di Jakarta, diterima lengkap timnya BA Center (Bina Asta Cita Center) itu di Jakarta, di Blok M ya.
“Jadi kita punya 37 BUMD yang nantinya ada payung investasinya. Yang sehat lebih dahulu dimasukkan, setelah itu tentu saja yang kurang sehat, tapi punya potensi bagus,” jelasnya.
“Dilihat oleh kawan-kawan BA Center dianggap punya potensi cukup bagus. Contoh sederhana sebetulnya kita bisa lihat, Agronesia misalnya. Ada potensi pasar besar tapi kita enggak punya kemampuan memadai, modal dan sebagainya. Ini saya kira jadi potensi sendiri.”
DPRD Jabar tegas Daddy Rohanady, berharap semua bisa diwadahi di BUMD yang namanya Sanggabuana.
“Langkah konkretnya sudah dimulai Pak Gubernur, sehingga ke depannya mindset bahwa BUMD menganggap APBD adalah ATM tidak terjadi lagi.”
“Nah, itu saya kira poin penting kenapa DPRD menyetujui holding investasi.
Tapi memang CEO yang disiapkan itu saya lihat mudah-mudahan betul bukan CEO kelas Abal-abal,” harapnya.
DPRD Jabar ingin, CEO yang disiapkan harus punya jaringan internasional. Agar bisa membawa banyak hal ke Jawa Barat.
“Betul-betul amanat PP 54 Tahun 2017 itu menjadikan BUMD adalah salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah. Yang paling utama itu saya kira,” pungkasnya.***













