Sanggabuana Harus Oke, Daddy Rohanady : Pisahkan Dulu, Sehat, Kurang Sehat dan Sekarat

APBD Perubahan Tahun Anggaran 2024
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Daddy Rohanady

BANDUNG, TANDABACA.ID – Sebagaimana Danantara, di Jawa Barat pembentukan holding Sanggabuana, juga dilabeli publik yang bersikap kritis, secara peyoritif sebagai langkah yang meragukan atau abal-abal. Sanggabuana Harus Oke, Cara Mencucinya! Pisahkan Dulu Sehat, Kurang Sehat dan yang sekarat.

Anggota DPRD Jabar dari Fraksi Partai Gerindra –Dapil XII (Cirebon-Indramayu) tidak menampik publik menarik-narik juga label negatif Danantara, ke Sanggabuana, oleh karena pandangan itu harus dicuci.

Daddy Rohanady menjelaskan menurut Prof Burhanuddin Abdullah, desain awal Danantara sebenarnya memisahkan betul nama BUMN sehat, kurang sehat dan sakit.

“Sama, 37 BUMD kita, kn 37 nih, udah dipilah-pilah mana yang sehat, mana yang kurang sehat, mena yang memang benar-benar sekarat.”

“Jadi kalau yang sekarat mungkin dilihatin dulu lah. Tapi tidak dicuci, mereka tidak mau cuci tangan. Tetap mereka bina, tapi yang dibina secara serius, benar-benar dijadikan profit oriented itu, benar-benar arahnya ke pemberian deviden buat Pemda,” terangnya.

Dengan langkah-langkah itu, diharapkan holding Sanggabuana betul-betul bisa menyehatkan BUMD. Tidak seperti yang tadi (pandangan peyoratif publik).

“Danantara ini awalnya sebetulnya mau tarik yang sehat dulu, jangan digabung dengan sekarat. Kalau itu dilakukan, yang sehat, bisa sekarat juga. Boro-boro nyetor deviden,” terangnya.

Bila langkah Sanggabuana ini, bisa terwujud, apakah nanti holding khas Jawa Barat itu akan bergabung dengan Danantara atau berdiri sendiri.

“Dibagi-bagi, jadi sama dulu, saya kerja di Astra 10 tahun. Kelompok Astra adalah kelompok yang marginnya tinggi.”

Siraman Deviden

Oleh karenanya nanti di Sanggabuana, BUMD Jabarnya nanti terlebih dahulu akan diklasterisasi.

“Itu yang disampaikan oleh BA Center. Yang sehat dikelompokkan dengan yang sehat lebih dahulu, supaya ini benar-benar memberi siraman ke deviden APBD.”

“Yang sedang-sedang saja, yang rada-rada sakit, itu gimana caranya disuntik supaya cepat sehat. Setelah sehat baru dimasukkan dalam kelompok ini. Yang sekarat, gimana caranya? Kalau perlu nanti ada yang ditutup. Tapi kalau ada yang bisa dijadikan rada sehat, digeser rada sehat sehingga nanti ada peluang masuk ke kelompok sehat,” pungkasnya.***

BACA INI JUGA :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *