Jejak Jawa di Kaledonia Baru :130 Tahun Kisah yang Tak Pernah Usai

Peringatan Ke-130 Tahun Kedatangan Pekerja Jawa Ke Kaledonia Baru pada Senin (16/2/2026).
Konsul Jenderal Bambang Gunawan pada Peringatan Ke-130 Tahun Kedatangan Pekerja Jawa Ke Kaledonia Baru pada Senin (16/2/2026).
Peringatan Ke-130 Tahun Kedatangan Pekerja Jawa Ke Kaledonia Baru pada Senin (16/2/2026).
Konsul Jenderal Bambang Gunawan pada Peringatan Ke-130 Tahun Kedatangan Pekerja Jawa Ke Kaledonia Baru pada Senin (16/2/2026).

NOUMEA, TANDABACA.ID-Seratus tiga puluh tahun telah berlalu. Namun jejak Jawa di Kaledonia Baru, itu belum pudar. Ia hidup dalam bahasa yang masih dituturkan di rumah-rumah, dalam tradisi yang dirawat diam-diam, dan dalam nama-nama keluarga yang menghubungkan masa kini dengan pelayaran panjang masa lalu.

Hari itu, peringatan sejarah digelar oleh Persatuan Masyarakat Indonesia dan Keturunannya (PMIK)—sebuah komunitas yang berdiri sebagai jembatan antara asal-usul dan masa depan. Hadir pula perwakilan pemerintah setempat, perwakilan Komisaris Tinggi Republik Prancis di Kaledonia Baru, Gubernur Provinsi Selatan, Perwakilan Kongres Kaledonia Baru, Walikota Noumea, perwakilan pemerintah, para Ketua Asosiasi Indonesia, serta perwakilan komunitas internasional dan Masyarakat keturunan Jawa. Di tengah pertemuan itu, sejarah tidak sekadar dikenang; ia dirasakan kembali.

Dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Noumea (KJRI Noumea) berpartisipasi pada kegiatan Peringatan Ke-130 Tahun Kedatangan Pekerja Jawa Ke Kaledonia Baru pada Senin (16/2/2026) tersebut.

BACA INI JUGA : Agar PBM Berjalan Optimal, Dewan Tinjau Dua SMA Negeri di Kabupaten Bogor

Kegiatan peringatan ini merupakan momentum bersejarah untuk mengenang kedatangan pertama para pekerja Jawa yang tiba di Kaledonia Baru pada tanggal 16 Februari 1896.

Hingga saat ini, keturunan Masyarakat Jawa di Kaledonia Baru tetap menjaga identitas budaya sekaligus berkontribusi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Perkembangan Masyarakat Indonesia di Kaledonia Baru menunjukan kemajuan yang signifikan dari generasi ke generasi.

Banyak Keturunan Indonesia kini menempati posisi penting di berbagai bidang, mulai dari tenaga medis, pengajar, pelaku usaha, hingga pejabat di pemerintahan setempat.

BACA INI JUGA : Imlek, Tata Krama dalam Ibadah maupun Berbagi Rezeki melalui Angpao

Hal ini mencerminkan bahwa kerja keras, ketekunan, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan para pekerja Jawa terdahulu telah melahirkan generasi yang mampu berprestasi, beradaptasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan serta kehidupan sosial di Kaledonia Baru.

Partisipasi KJRI Noumea dalam peringatan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Republik Indonesia untuk terus mempererat hubungan dengan diaspora Indonesia.

“Peringatan ke-130 tahun ini bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga menegaskan identitas, agar ora lali karo jowone – agar tidak melupakan akar dan identitas Jawanya, meskipun lahir dan besar jauh dari tanah leluhur”, ujar Bambang Gunawan, Konsul Jenderal RI di Noumea.

Konsul Jenderal juga mengingatkan agar mereka, baik yang WNI maupun yang sudah menjadi WN Prancis senantiasa menjadi warga yang baik yang senantiasa patuh dan tunduk pada peraturan yang berlaku di Kaledonia Baru..(ril/gus)

Responses (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *