Khas  

Tari Topeng Cirebon, Menurut Thomas Stamford Raffles Penjabaran dari Cerita Panji

Tari topeng Cirebon merupakan salah satu tarian yang ada di kesultanan Cirebon. Tari Topeng Cirebon, kesenian ini asli dari Cirebon (foto wikipedia)

Bandung, tandabaca.id
Tari topeng Cirebon adalah salah satu tarian di wilayah kesultanan Cirebon. Jadi, kesenian ini merupakan kesenian asli daerah Cirebon, termasuk Subang, Indramayu, Jatibarang, Majalengka, Losari, dan Brebes.

Wikipedia menjelaskan, disebut tari topeng, karena penarinya menggunakan topeng di saat menari. Pada pementasan tari Topeng Cirebon, penarinya disebut sebagai dalang, dikarenakan mereka memainkan karakter topeng-topeng tersebut.

Tari topeng ini sendiri banyak sekali ragamnya dan mengalami perkembangan dalam hal gerakan, maupun cerita yang ingin disampaikan. Terkadang tari topeng dimainkan oleh satu penari tarian solo, atau bisa juga dimainkan oleh beberapa orang.

Thomas Stamford Raffles dalam bukunya The History of Java mendeskripsikan bahwa kesenian topeng Cirebon merupakan penjabaran dari cerita Panji dimana dalam satu kelompok kesenian topeng terdiri dari dalang (yang menarasikan kisahnya) dan enam orang pemuda yang mementaskannya diiringi oleh empat orang musisi gamelan (bahasa Cirebon: Wiyaga).

Sejarah Tari Topeng Cirebon

Tari Topeng Cirebon ini muncul pada abad 10 hingga 16 Masehi. Pada masa Kerajaan Jenggalan dengan pemerintahan dipimpin oleh Prabu Amiluhur atau Prabu Panji Dewa, tarian ini masuk ke Cirebon lewat seniman jalanan. Dari sinilah muncul perpaduan budaya hingga akhirnya melahirkan Tari Topeng khas Cirebon.

Laman katadatacoid menjelaskan, setelah Islam masuk, seni tari ini juga ikut terpengaruh. Pada masa Sunan Gunung Jati tepatnya pada tahun 1470, Cirebon dijadikan sebagai pusat penyebaran agama Islam. Sunan Gunung Jati kemudian menggunakan tari topeng tersebut sebagai media untuk mengenalkan agama Islam besama dengan seni lain seperti Wayang Kulit, Gamelan Renteng, Brai, Reog, Angklung, dan Berokan.

Pada saat Sunan Gunung Jati berkuasa pada 1479, ada serangan dari Pangeran Welang dari Karawang yang sangat sakti. Kesaktiannya membuat Sunan Gunung Jati, Sunan Kalijaga, dan Pangeran Cakrabuana tidak bisa menghadapinya. Untuk mengakhiri pertikaian akhirnya muncul diplomasi tentang kesenian.

Hasil diplomasi tersebut yang kemudian melahirkan kelompok seni tari dengan Nyi Mas Gandasari sebagai penari di kelompok tersebut. Kemudian, pangeran Welang jatuh cinta kepada penari tersebut dan menyerahkan pedang Curug Sewu yang akhirnya membuat kesaktiannya hilang.
Setelah menyerah, akhirnya Pangeran Welang menjadi pengikut setia dari Sunan Gunung Jati dan berganti nama menjadi Pangeran Graksan. Semakin lama, tari tradisional ini kemudian banyak dikenal sebagai Tari Topeng Cirebon. Tari tradisional asal Cirebon ini kemudian berkembang lagi menjadi lima jenis tari yang berbeda yaitu Tari Topeng Kelana, Tari Topeng Tumneggung, Tari Topeng Rumyang, Tari Topeng Samba, dan Tari Topeng Panji. Lima jenis tari tersebut menggunakan lima jenis topeng yang berbeda dan dikenal dengan nama Panca Wanda.

Properti Tari Topeng Cirebon

Selain memiliki sejarah yang menarik, tarian tradisional ini juga memiliki kelengkapan atau properti tari yang wajib dikenakan oleh penari saat melakukan pertunjukan. Ada 14 properti Tari Topeng Cirebon yang bisa Anda pelajari. Berikut penjelasannya.

1. Topeng

Seperti namanya tari topeng, maka sudah pasti properti utama yang dibutuhkan yaitu topeng. Ada setidaknya lima jenis properti topeng yang ada di tarian ini. Topeng-topeng tersebut memiliki karakteristik dan filosofi yang berbeda-beda.
Topeng Panji: wajah putih bersih yang bermakna suci seperti bayi yang baru dilahirkan.

Topeng Samba: memiliki karakter seperti anak-anak yang bermakna ceria, lucu, serta lincah.

Topeng Rumyang: yang merupakan simbol dari seorang remaja.

Topeng Patih: yang memiliki wajah dewasa dengan karakter tegas dan bertanggung jawab.

Topeng Kelana: merupakan topeng yang menggambarkan orang yang sedang marah.

Cara untuk menggunakan topeng ini diikat pada bagian belakang kepala. Ada juga yang mengenakan topeng dengan cara digigit pada bagian karet yang terdapat di dalam topeng. Topeng ini terbuat dari kayu walaupun saat ini ada juga yang terbuat dari plastik.

2. Kupluk
Properti selanjutnya yang harus ada pada pertunjukan Tari Topeng Cirebon yaitu kupluk. Properti ini digunakan untuk menutup kepala penari. Kupluk ini memiliki hiasan yang indah dan megah.

3. Anting
Aksesoris ini digunakan pada bagian telinga. Anting berbentuk panjang dengan bandul warna warni. Properti ini memiliki warna yang sangat mencolok sebagai simbol bahagia dan ceria.

4. Sumping
Properti Tari Topeng Cirebon selanjutnya yaitu Sumping. Aksesoris ini biasanya dikenakan di telinga kanan dan kiri. Warnanya emas dan biasanya juga dikenakan oleh pemain Wayang Orang.

5. Baju Kurung
Baju ini berlengan pendek dengan warna yang sangat mencolok. Biasanya Baju Kurung Tari Topeng Cirebon ini dilengkapi dengan hiasan yang akan membuat baju terlihat lebih indah dan mewah.

6. Sampur
Sampur merupakan kain panjang yang dikenakan di leher. Properti ini digunakan saat penari melakukan gerakan tarian. Ujung Sampur biasanya diselipkan pada sela-sela hari tengah, yang akan membuat gerakan tarian menjadi semakin indah. Sampur yang dikenakan ini akan membuat kesan tegas dan gemulai.

7. Mongkron
Properti Tari Topeng Cirebon lainnya bernama Mongkron. Properti ini diletakan pada bagian dada yang dipenuhi dengan hiasan bordir dengan motif budaya lokal asal penari. Mongkron ini memiliki banyak ragamnya dan memiliki ciri khas yang berbeda-beda.

8. Keris
Keris dalam Tari Topeng Cirebon memiliki makna lambang kekuatan, status sosial, unsur kebangsawanan, dan tokos kesatriaan. Keris ini digunakan hanya untuk tokoh bangsawan saja.

9. Gelang Tangan
Gelang yang dikenakan oleh penari topeng Cirebon ini berwarna emas dari bahan logam atau kertas. Fungsi dari gelang ini yaitu sebagai hiasan dengan corak tertentu.

10. Gelang Kaki
Selain tangan, gelang juga digunakan pada kaki penari. Biasanya gelang kaki ini dikenakan oleh penari perempuan. Bentuknya bebas dan warnanya juga bebas tergantung pilihan dari penari.

11. Celana Berukuran Sepertiga
Celana yang dikenakan oleh penari Tari Topeng Cirebon ini berukuran sepertiga bagian atau hanya sampai di bawah lutut saja. Celana ini memiliki bahan dan warna yang juga mencolok sehingga menarik perhatian penonton. Celana dengan bentuk longgar ini akan mempermudah gerakan dari penari.

12. Ikat Pinggang
Properti Tari Topeng Cirebon yang satu ini tidak hanya sebagai hiasan namun juga berfungsi menahan kostum yang kenakan agar tetap nyaman. Di bagian ikat pinggang ini jugalah keris biasanya diselipkan.

13. Mahkota
Hiasan kepala selanjutnya yang juga harus ada dalam tari ropeng ini yaitu mahkota. Mahkota yang dikenakan sesuai dengan karakter tokoh yang diperankan pada tari tradisional ini.

14. Selendang

Properti dari Tari Topeng Cirebon selanjutnya yaitu selendang. Properti yang satu ini umumnya memiliki motif daerah setempat namun ada juga penari yang mengenakan selendang polos dengan warna-warna ceria. Itulah ulasan tentang sejarah dan berbagai properti yang diperlukan dalam Tari Topeng Cirebon. Tari tradisional ini menjadi kekayaan budaya yang harus dilestarikan. Dengan mempelajarinya, Anda juga turut berpartisipasi dalam melestarikan budaya khas Cirebon ini. ***

sumber : wikipedia/katadatacoid

Responses (3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *