BIJB Kertajati, Daddy Rohanady : Keberadaannya Endut-endutan, Pernah Punya 19 Flight

Desa Wisata Layak Jual
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady

BANDUNG, TANDABACA.ID – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sudah dirintis Pemprov Jabar sejak 23 tahun lalu, hanya beroperasi sebentar bahkan, pernah punya 19 flight, tapi sampai hari ini keberadaannya endut-endutan enggak karuan.

Anggota DPRD Jabar Daddy Rohanady mengatakan BIJB Kertajati digagas tokoh masyarakat dan Kadin sejak 2003.

“Ya udah 23 tahun, lalu. Tapi sampai hari ini endut-edutan enggak karuan, macet kan, dengan berbagai persoalannya,” katanya saat wawancara dengan wartawan, Selasa 18 Agustus 2026, lalu.

Politisi dari Partai Gerindra asal Dapil XII (Cirebon-Indramayu) menjelaskan BIJB Kertajati diresmikan pengoperasian awalnya pada 24 Mei 2018 oleh Presiden Joko Widodo.

Daddy Rohanady menambahkan, 8 Juni 2018 mulai beroperasi melayani penerbangan komersial pertama, 17 Mei 2023 mulai melayani rute penerbangan internasional perdana ke Kuala Lumpur, dan 29 Oktober 2023 peralihan penuh operasional penerbangan komersial dari Bandara Husein Sastranegara ke Kertajati.

“Dengan BIJB Kertajati, kita pernah punya volume sampai angka 19 flight. Karena saya kebetulan aja ikut terus-terusan memantau Kertajati, jadi saya agak… sayang juga, kalau keberadaan bandara untuk warga Jawa Barat ini harus dinolkan, kembali,” ungkapnya.

Padahal saat itu, jelas Daddy Rohanady, keberadaan BIJB Kertajati bisa menjadi salah satu pengungkit roda perekonomian Jawa Barat.

“Itu sebetulnya spirit awalnya. Kan saya bilang bagus lah. Bagus karena dengan kita punya bandara, orang bisa terbang dari dan ke Jawa Barat. Itu yang paling utama. Jadi kalau itu terjadi, saya kira Jawa Barat bisa jadi destinasi wisata, bisa jadi kemudian pintu gerbang orang keluar.”

“Dan itu pasti, enggak bisa dibohongi, pasti berkaitan dengan uang masuk, ya. Ini belum lagi urusan tenaga kerja, serapan.”

Demi cita-cita mulia itu, Pemprov Jabar jelas Daddy Rohanady, dalam satu tahun anggaran pernah menggelontarkan Rp400 miliar.

“Anggaran itu, untuk pembebasan lahan, bukan apa-apa. Kalau enggak dibebaskan lahannya, kan enggak punya bandara nantinya,” terangnya.

Saya Berhenti Jadi Anggota Dewan

BIJB Kertajati dibangun Pemprov Jabar di atas lahan 1.040 hektare dri rencana besar grand design-nya sekitar 1.800 hektare.

“Jadi uang yang sudah digelontarkan Pemprov Jabar untuk BIJB Kertajati, tidak sedikit. Nah itu, yang saya sayangkan,” ungkapnya.

Daddy Rohanady juga mengatakan, mungkin kawan-kawan yang baru atau tidak terlalu terlibat, dalam proses BIJB Kertajati tidak terlalu merasakan.

“Saya kalau BIJB Kertajai kemudian dibatalkan, saya sakit hari,” bebernya.

Daddy kecewa karena, uang yang sudah dihabiskan untuk BIJB Kertajati sangat banyak, hingga triliunan.

“Kalau 400 miliar saja uang untuk BIJB Kertajati itu dikasihkan ke saya, saya berhenti jadi anggota dewan kok,” terangnya.***

BACA INI JUGA :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *