Bandung, tandabaca.id
Estimasi anggaran pelantikan 120 anggota DPRD Jabar periode 2024-2029 masih dihitung, sebagai gambaran lima tahun lalu angkanya mencapai Rp1,5 Miliar.
Hari penc0bosan Pilpres 2024 dan Pileg 2024 tinggal hitungan hari lagi, yaitu pada hari Rabu 14 Februari 2024. Sudahkan Anda menentukan pilihan.
Setelah itu, pada hari Minggu 20 Oktober 2024, Presiden RI ke-8 akan dilantik. Adapun, untuk pelantikan anggota DPR RI dipastikan setelah tanggal 1 Oktober 2024, sebab masa tugas anggota sebelumnya yang pada tanggal tersebut.
Kabagum Sekretariat DPRD Jabar H Dodi Sukmayana mengatakan anggota DPRD Jabar perode 2024-2029 akan dilantik tanggal 2 September 2023.
“Pelantikannya akan dilakukan di gedung Merdeka. Pertimbangannya, karena memiliki nilia historis, selain itu gedung tersebut juga sangat representatif untuk pelantikan anggota DPRD Jabar,” katanya.
Dodi juga menjelaskan, karena anggota yang dilantik berasal dari 27 kabupaten kota di Jawa Barat maka Sekretariat DPRD Jabar menyiapkan dua hotel di sekitar Gedung Merdeka sebagai tempat menginap anggota dewan.
Dua hotel yang disiapkan sebagai tempat menginap anggota dewan adalah hotel Preanger dan Hotel Savoy Moman.
“Preanger untuk anggota lama dan Savoy Homan untuk calon anggota baru,” katanya.
Pada saat pelantikan, anggota dewan akan berjalan kaki dari hotel tempatnya menginap ke tempat pelantikan di Gedung Merdeka.
Soal anggaran pelantikan Dodi menjelaskan pada saat pelantikan anggota dewan periode 2019-2024 besaran anggaran yang diperlukan sekitar Rp1,5 Miliar, untuk anggaran pelantikan dan segalanya.
Sedangkan untuk 2024 ini, Dodi menyebut, pihaknya belum bisa memberikan gambaran berapa estimasi anggaran pelantikan 120 anggota DPRD Jabar periode 2024-2029.
Dodi memperkirakan, dengan besaran inflasi yang terjadi saat ini diperkirakan anggarannya dapat melebihi anggaran periode sebelumnya.
YANG BELUM TERUKUR SOAL INI
Diungkap Dodi, sampai saat ini biaya untuk pelantikan anggota dewan baru belum terhitung. Yang belum terukur itu masalah pengamanan, pengamanan belum ke ukur BKO-nya berapa.
“Kalau yang dulu sih anggarannya Rp1,5 miliar, nggak tahu sekarang karena situasinya sudah berbeda kan,” terangnya.
Karena yang belum terukur masalah pengamanan, maka untuk menghitungnya pihak dewan masih menunggu rapat koordinasi dulu.
“Misal dari kodam personelnya berapa, dari kodim, terus dari Polda berapa, dari Polres berapa, satpol PP, belum lagi tamu undangan, biasanya tokoh masyarakat Jawa Barat, terus mungkin tambahan-tambahan, dan itu kan akan memerlukan tambahan tambahan biaya, konsumsi dan lain sebagainya,” bebernya.***














Response (1)