Ridwan Kamil Menjadi Kader Partai, Pengamat Politik Bilang Bisa Jadi Bumerang

Ridwan Kamil Kader Golkar
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri) bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat konferensi pers usai pelantikan pengurus Ormas Kosgoro Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, November 2022.

Jakarta, tandabaca.id
Ridwan Kamil dipastikan akan menjadi kader Partai Golkar. Pengamat menilai langkah politik Gubernur Jawa Barat itu justru akan Jadi Bumerang.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat (Jabar), Ace Hasan Sadzly mengatakan kalau tidak ada aral melintang. Insya Allah.

“Insya Allah. Sudah ada pembicaraan khusus antara Ketua Umum, Pak Airlangga Hartarto, dengan Pak Ridwan Kamil,” katanya, Rabu 18 Januari 2023.

“Jika tidak ada aral melintang, Insya Allah di Jakarta, di Kantor DPP Partai Golkar, sore ini jam 17.00 wib,” tambahnya.

Namun langkah politik orang pertama di Jawa Barat ini justru mendapatkan kritik pedas dari pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago. Ridwan Kamil katanya bisa jadi bumerang.

“Kita tahu dulu Ridwan Kamil itu NasDem, kemudian lompat-lompat ke sini ke situ, ke mana. Kutu loncat lah,” kata Pangi saat dihubungi, Rabu, 18 Januari 2023.

Pangi menilai, langkah Partai Golkar dalam merekrut Ridwan Kamil sebagai kader untuk kepentingan Pilpres bisa jadi bumerang.

Pasalnya, akan ada potensi terjadinya gejolak internal dengan perekrutan secara eksklusif terhadap Ridwan Kamil.

“Yang jelas di dalam partai itu harusnya serius mengurus kaderisasi. Jangan nyelonong-nyelonong saja. Nerima kader orang, ngga tau tiba-tiba mendapat jalur khusus,” ucapnya.

PENGAMAT MENILAI

Pangi menilai, langkah mulus Ridwan Kamil didapuk menjadi kader Partai Golkar secara eksklusif menjadi bukti adanya kegagalan dalam kaderisasi.

Masuk Ridwan Kamil juga dinilai berpotensi menimbulkan kecemburuan terhadap kader murni partai Golkar yang telah meniti karir dari bawah.

“Saya, sih, ngga ada yang bagus kecuali memang mereka lahir, besar, punya kontribusi, punya kerja nyata, punya bukti membesarkan partai, itu jauh lebih penting,” katanya.

“Ketimbang orangnya diambil kemudian diakuisisi, nyelonong, kemudian kader-kader yang udah berjuang merasa terganggu,” tuturnya.

“Rumah orang kok ada orang tiba-tiba mendapat perlakuan khusus. Itu ngga fair aja,” tegasnya.

Pangi menambahkan, kehormatan Partai Golkar menjadi pertaruhan setelah merekrut Ridwan Kamil. Pasalnya, Partai Golkar memiliki mesin politik yang mumpuni untuk memangkan Pemilu 2024.

“Golkar merasa butuh figur, butuh sosok, walaupun Partai Golkar kan partai yang sebetulnya tidak sangat bergantung ke figur atau sosok karena mesin partainya relatif bagus,” tambahnya.

“Bagus maju kader sendiri, kalah itu lebih terhormat daripada nyelonong pakai kader orang. Ngga seksi, ngga menarik. Biar aja kalah, ngga papa. Tapi kan kader sendiri,” tandasnya. (depostjabar)

BACA INI JUGA

Yana Mulyana : SDM Berkualitas Lahir dari Dunia Pendidikan yang Baik

Difabel Tidak Halangi Sudarno Pancer Berjuang Nafkahi Keluarganya

 

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *