Produktif Modern. Rubi: Jangan remehkan. Orang sukses itu auranya beda. Korupsinikus: Auramu memang beda. Tagihan paylater-mu juga bersinar.
Oleh : Harri Safiari
Rubi:
Aku sekarang sedang fokus memperbaiki hidup.
Korupsinikus:
Bagus. Mulai dari mana?
Rubi:
Beli buku self-improvement tiga biji.
Korupsinikus:
Sudah dibaca?
Rubi:
Belum. Tapi rak bukuku sekarang sangat bertumbuh.
Korupsinikus:
Ah, literasi dekoratif.
Rubi:
Jangan remehkan. Orang sukses itu auranya beda.
Korupsinikus:
Auramu memang beda. Tagihan paylater-mu juga bersinar.
Rubi:
Aku juga sudah bangun jam lima pagi sekarang.
Korupsinikus:
Lalu olahraga?
Rubi:
Tidak. Aku tidur lagi dengan perasaan superior.
Korupsinikus:
Itu bukan disiplin. Itu ngantuk patriotik.
Rubi:
Minimal aku sudah memulai hari lebih awal.
Korupsinikus:
Untuk apa?
Rubi:
Biar punya waktu lebih panjang buat menunda pekerjaan.
Korupsinikus:
Luar biasa. Manajemen waktu dipakai memperluas wilayah malas.
Rubi:
Kamu jangan sinis terus. Semua orang sedang healing dan upgrading diri.
Korupsinikus:
Iya. Tapi separuhnya upgrading alat kopi, bukan mental.
Rubi:
Kopi penting untuk produktivitas.
Korupsinikus:
Kau kerja dua jam, seduh kopi empat jam.
Rubi:
Karena proses adalah bagian dari perjalanan.
Korupsinikus:
Kalau begitu macet juga pencerahan spiritual.
(Selesai).













